Faisal Basri Soroti Pimpinan BPK yang Mayoritas dari Kalangan Politisi

Kompas.com - 04/10/2019, 13:49 WIB
Ekonom senior Faisal Basri di Jakarta, Jumat (4/10/2019). KOMPAS.com/AKHDI MARTIN PRATAMAEkonom senior Faisal Basri di Jakarta, Jumat (4/10/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Ekonom senior, Faisal Basri mengkritisi soal pimpinan Badan Pemeriksa Keuangan ( BPK) yang mayoritas berasal dari unsur politisi.

Menurut dia, seiring dengan masuknya para politisi di tubuh BPK, bisa melemahkan upaya negara dalam pemberantasan korupsi.

“Saya rasa ini sudah enough is enough, saya rasa enggak bisa lagi begitu. Saya tidak mengatakan maling ya, tapi anda bisa lihat partai ini solider untuk satu hal, terkait dengan (upaya) melawan (pemberantasan) korupsi. Solider. Nah jadi solider juga untuk menempatkan orang-orangnya (di BPK),” ujar Faisal di Jakarta, Jumat (4/10/2019).

Faisal menilai, harusnya para pimpinan BPK merupakan orang-orang yang dipilih presiden. Setelah itu, baru lah anggota DPR menseleksi mereka dengan menggelar fit and proper test.

Baca juga : Tugas Berat Menanti Anggota Baru BPK, dari Citra Hingga Potensi Konflik Kepentingan

“Kalau DPR tidak sepakat, maka dikembalikan ke Presiden (untuk) mengajukan lagi, bukan DPR yang mengajukan. Tidak ada di dunia ini DPR seperti itu. Ini udah kuasa eksekutif, mereka memilih dirinya sendiri,” kata Faisal.

Apalagi, lanjut Faisal, empat dari lima pimpinan BPK yang baru terpilih merupakan calon legislatif yang tak terpilih menjadi anggota DPR.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X