Karena Gono-Gini, Mantan Istri Jeff Bezos jadi Orang Terkaya ke-15 di AS

Kompas.com - 04/10/2019, 16:04 WIB
Jeff Bezoz dan MacKenzie bezoz ozy.comJeff Bezoz dan MacKenzie bezoz

KOMPAS.com - MacKenzie Bezos (49 tahun), mantan istri CEO Amazon Jeff Bezos menempati urutan ke-15 orang terkaya Amerika Serikat dalam survei Majalah Forbes yang diterbitkan pada 2 Oktober 2019 ini.

Mengutip Kontan.co.id, Jumat (4/10/2019), Forbes menggambarkan MacKenzie sebagai wanita yang kalem alias tidak cerewet dan turut membantu saat mantan suaminya Bezos mendirikan Amazon pada 1996.

MacKenzie dikenang karyawan Amazon sebagai perempuan pekerja yang mau berbagi kantornya dengan karyawan junior. Ia bekerja 12 jam sehari dan memimpin pengelolaan akuntansi keuangan perusahaan Amazon di saat baru berdiri. Kemudian pada malam hari ia menuju ke gudang untuk mengepak pesanan.

Baca juga : Cerai dari Jeff Bezos, MacKenzie Bakal Donasikan Separuh dari Kekayaan

Karyawan ketujuh Amazon, Mike Hanlon memberi kesaksian bahwa MacKenzie memberikan kontribusi yang besar dalam pendirian Amazon. "Dia benar-benar orang yang berbakat dengan cara yang saya pikir hilang ketika Anda merupakan istri seorang miliarder," ujarnya kepada Forbes.

MacKenzie memang jarang berbicara dan kehidupan pribadinya nyaris menjadi misteri. Dia tampil ikut membesarkan Amazon pada tahun-tahun awal perusahaan dengan posisi yang anonim dan ia tidak pernah melayani permintaan interview dengan media sejak Januari 2019, ketika ia berpisah dengan suaminya Bezos.

Gono-gini

Pasangan ini menyelesaikan perceraian mereka pada bulan Juli, di mana MacKenzie mendapatkan gono-gini berupa 25 persen saham Amazon.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Saham itu saat ini bernilai 36,1 miliar dollar AS atau setara Rp 510,81 triliun (1 dollar AS = Rp 14.150).

Kekayaan sebesar itu menempatkannya di posisi ke-15 orang terkaya Amerika di Forbes 400 tahun 2019 ini.

 

Salah satu investor pertama Amazon Nick Hanauer mengatakan seharusnya MacKenzie mendapatkan 50 persen dari saham yang dimiliki Bezos di Amazon. "MacKenzie adalah mitra yang setara dengan Bezos di masa-masa awal," ujarnya menjelaskan.

Sesuai dengan karakternya, MacKenzie tak pernah membicarakan hal itu kepada publik. Bahkan Forbes menghabiskan waktu berminggu-minggu menghubungi lebih dari 100 teman dan mantan teman sekelasnya atau pun rekan sekerjanya untuk mendapatkan gambaran soal MacKenzie, tapi itu pun sulit dan tetap kabur. Ia hanya dapat dikatakan sebagai salah satu wanita yang sangat pribadi tetapi berbakat, diam-diam unggul di setiap tahap hidupnya.

Baca juga : Tangan Dingin Jeff Bezos Mengubah Washington Post dari Rugi Jadi Menguntungkan

MacKenzie tumbuh di San Francisco, ia anak kedua dari tiga bersaudara. Pada usia 6 tahun, ia menulis buku setebal 142 halaman yang disebut The Book Worm. Dia belajar di Cambridge, kemudian Princeton di mana ia mengambil jurusan bahasa inggris.

“Dia pada umumnya sangat tenang dan kehadirannya tenang dan cemerlang,” kata Jeff Nunokawa, salah seorang profesor bahasa Inggrisnya.

Setelah lulus, ia bekerja di hedge fund D.E. Shaw. Di situ ia mulai berpacaran dengan Jeff Bezos dan mendirkan Amazon.

"Sejak awal, MacKenzie sangat terlibat. “Tidak ada yang benar-benar memiliki jabatan. . . jadi dia melakukan hampir segalanya,” kata Tod Nelson, karyawan awal lainnya.

MacKenzie dikenal low profile dan kehidupannya sebagian besar tidak diketahui. Pada 2005, HarperCollins menerbitkan novel pertamanya, The Testing of Luther Albright.

Sebelumnya, Forbes kembali merilis 400 orang terkaya Amerika pada tahun 2019 ini. Forbes mencatat pundi-pundi 400 orang terkaya Amerika Serikat (AS) di tengah perlambatan ekonomi global saat ini justru memecahkan rekor menjadi 2,96 triliun dollar AS, naik 2,2 persen dari 2018.

Pendiri dan CEO Amazon Jeff Bezos masih mempertahankan posisinya sebagai orang terkaya nomor satu di Amerika Serikat (AS) untuk kedua kalinya berturut-turut.

 

Posisi itu dipertahankan di tengah kehilangan seperempat saham miliknya di Amazon karena harus diberikan kepada mantan istrinya MacKenzie yang pada rilis The Forbes 400 tahun ini menempati posisi ke-15 orang terkaya AS untuk pertama kalinya.

Kekayaan bersih Bezos tercatat sebesar 114 miliar dollar AS, turun dari sebelumnya 160 miliar dollar AS di tahun 2018 lalu karena perceraian yang mahal dengan MacKenzie. Sementara MacKenzie tercatat memiliki kekayaan sebesar 36,1 miliar dollar AS.

Kemudian Bill Gates menempati urutan ke-2 orang terkaya AS atau sama dengan tahun 2018. Tapi kesenjangan kekayaan antara Gates dan Bezos semakin menipis menjadi hanya selisih US$ 8 miliar pada tanggal 6 September 2019 lalu, hari dimana Forbes mengunci perhitungan kekayaan bersih para miliarder AS tersebut.

Posisi ketiga orang terkaya AS ditempati investor kawakan Warren Buffett dengan total kekayaan 80,8 miliar dollar AS dan posisi keempat ditempati pendiri Facebook Mark Zuckerberg dengan kekayaan 69,6 miliar dollar AS dan posisi kelima ditempati Larry Ellison dengan kekayaan 65 miliar dollar AS.

Baca juga : 2040, Amazon Targetkan Menjadi Perusahaan e-commerce terbesar yang bebas polusi

MacKenzie termasuk pendatang baru di The Forbes 400 kali ini. Selain dia, ada 18 pendatang baru yang bergabung di The Forbes 400 tahun ini. Ada Tim Sweeney CEO of Epic Games yang berada di belakang Fortnite yang sangat populer.

Kemudian ada Orlando Bravo, pembuat kesepakatan ekuitas swasta. Ia merupakan milarder kelahiran Puerto Rico pertama. Ada juga Anthony Wood, pendiri perusahaan teknologi streaming Roku.

Forbes menetapkan kekayaan bersih minimum yang diperlukan untuk menjadi bagian dari klub esklusif sebesar 2,1 miliar dollar AS atau sama dengan 2018.

Forbes mencatat kekayaan bersih rata-rata anggota Forbes 400 tahun ini naik sebesar 200 juta dollar AS. (Noverius Laoli)

 

Artikel ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul : MacKenzie, mantan istri Jeff Bezos menjadi orang terkaya ke-15 di daftar Forbes 400



Sumber Forbes,KONTAN
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.