Realisasi PMA di Industri Makanan dan Minuman Capai 68,72 Juta Dollar AS

Kompas.com - 04/10/2019, 19:38 WIB
Ilustrasi belanja kebutuhan saat Ramadhan Dok. HaloMoney.co.idIlustrasi belanja kebutuhan saat Ramadhan

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Perindustrian Kemperin) terus mendorong pengembangan industri minuman di dalam negeri agar lebih berdaya saing global, terutama dalam menghadapi era industri 4.0.

Pasalnya, berdasarkan peta jalan Making Indonesia 4.0, industri makanan dan minuman merupakan satu dari lima sektor manufaktur yang diandalkan dalam menopang perekonomian nasional.

"Pemerintah bertekad menciptakan iklim investasi yang kondusif di Tanah Air. Berbagai upaya strategis telah dijalankan, antara lain memberikan kemudahan izin usaha serta memfasilitasi insentif fiskal dan nofiskal," kata Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin, Abdul Rochim dalam keterangannya, Jumat (4/10/2019).

Baca juga: Pepsi Menghilang di Pasaran, Kenapa?

Rochim mengungkapkan, industri minuman menjadi sektor yang mampu menyumbang cukup signifikan bagi penerimaan devisa.

Hal ini terlihat dari realisasi investasi sektor industri minuman sepanjang semester I 2019 mencapai Rp1,43 triliun untuk penanaman modal dalam negeri (PMDN). Sedangkan, untuk penanaman modal asing (PMA) sebesar 68,72 juta dollar AS.

"Dalam upaya peningkatan investasi, pemerintah telah memberikan fasilitas fiskal, di antaranya tax allowance dan tax holiday. Melalui insentif tersebut, diharapkan terjadi peningkatan investasi di sektor industri," tuturnya.

Dia menambahkan, industri minuman di dalam negeri secara keseluruhan masih menunjukkan kinerja yang positif. Ini tercermin dari pertumbuhannya pada semester I 2019 sebesar 22,74 persen. 

"Sektor industri makanan dan minuman di Indonesia memiliki potensi pertumbuhan yang besar karena didukung oleh sumber daya alam yang berlimpah dan permintaan domestik yang besar," sebutnya.

Kemenperin mencatat, industri makanan dan minuman konsisten sebagai kontributor terbesar terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional. Pada paruh tahun ini, industri makanan dan minuman tumbuh mencapai 7,4 persen dan berkontribusi hingga 36,23 persen terhadap PDB industri pengolahan nonmigas.

"Untuk realisasi investasinya pada semester I 2019, nilai PMA industri makanan dan minuman sebesar 687,91 juta dollar AS, sedangkan nilai PMDN sebesar Rp 20 triliun," pungkasnya.

Baca juga: Aplikasi Transportasi, Pengiriman Makanan, dan Belanja Paling Banyak Diinstal

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X