Ekonomi Berbasis Umat Bakal Dukung Pertumbuhan Ekonomi Masa Depan

Kompas.com - 06/10/2019, 13:37 WIB
Ilustrasi artisteerIlustrasi

Ia mengatakan, konsep “The Ma’ruf Amin Way” dapat diwujudkan melalui gerakan koperasi (cooperative movement), di mana di era milenial seperti sekarang ini telah hadir “platform co-op” yakni model bisnis perusahaan “digital start up” berbasis koperasi yang mengutamakan kemaslahatan umat.

Untuk itulah, dukungan dari seluruh masyarakat, utamanya pemerintah, untuk mengampanyekan bahwa “ Koperasi itu Keren,” yang berujung pada komitmen pemerintah membesarkan koperasi-koperasi yang sudah ada dan mendorong koperasi sebagai pusat inkubasi bisnis UMKM.

Chandra menambahkan, kolaborasi atau sinergi antara pelaku ekonomi di lingkungan pesantren (berupa koperasi pondok pesantren/ kopontren), pelaku usaha kecil di bidang pertanian, perkebunan, perdagangan maupun di bidang pariwisata dengan koperasi mitra yang sudah besar dan modern serta didukung oleh jaringan dan teknologi terkini sangat diperlukan untuk kemajuan ekonomi Indonesia.

Pertumbuhan ekonomi positif

Pertumbuhan ekonomi Indonesia selama lima tahun terakhir meningkat dari 4,79 persen pada 2015 menjadi 5,17 persen pada 2018.

Ia menjelaskan, Ma'ruf Amin bertekad dalam masa pemerintahannya bersama Presiden Joko Widodo dalam waktu lima tahun mendatang, pertumbuhan ekonomi menjadi 10 persen per tahun.

Selain itu, Ma'ruf Amin berniat menjadikan Indonesia sebagai ikon pusat ekonomi syariah dunia dengan menggerakkan anak-anak muda generasi milenial dan generasi Z untuk membangun unicorn-unicorn berlandaskan koperasi yang berkelas dunia.

Dengan Palapa Ring, tak kurang 57 kota dan wilayah terisolir seperti Ranai di Natuna, Sangihe di ujung utara Sulawesi, Rai Juha di Laut Sabu, Alor, Wetar, Saumlaki, Tual, Timika, Nabire, dan puluhan kota lain di Indonesia Timur, tersambungkan jaringan kabel optik. Dok. Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Maruf Amin Dengan Palapa Ring, tak kurang 57 kota dan wilayah terisolir seperti Ranai di Natuna, Sangihe di ujung utara Sulawesi, Rai Juha di Laut Sabu, Alor, Wetar, Saumlaki, Tual, Timika, Nabire, dan puluhan kota lain di Indonesia Timur, tersambungkan jaringan kabel optik.

Sementara itu, Ma'ruf Amin mengatakan pemerintahan saat ini sudah meletakkan dasar pembangunan yang mampu mengangkat kelompok ekonomi bawah melalui pembangunan infrastruktur secara masif.

Menurut dia, pembangunan infrastruktur bakal menekan kesenjangan ekonomi yang ada.

"Keberpihakan terhadap kelompok ekonomi kecil akan jadi fokus utama. Itu sebagai antitesa ekonomi yang condong kapitalis. Kekayaan tidak boleh hanya beredar pada orang kaya saja tapi terdistribusi kepada seluruh rakyat Indonesia," ujarnya.

Keberpihakan kepada rakyat kecil, imbuh dia, bukan untuk mematikan pengusaha besar melainkan membangun kemitraan ekonomi kecil-menengah dan ekonomi atas.

"Disparitas ekonomi antara kaya-miskin, pusat-daerah, antar daerah, produk nasional dan luar harus terus ditekan," ujar mantan Rais Aam PB Nahdlatul Ulama itu.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X