Investor China hingga Perancis Minat Garap Bandara Singkawang

Kompas.com - 07/10/2019, 13:04 WIB
Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi memberikan keterangan seusai upacara pelantikan Perwira Transportasi di Lapangan Monas, Jakarta, Rabu (18/9/2019). KOMPAS.COM/MURTI ALI LINGGAMenteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi memberikan keterangan seusai upacara pelantikan Perwira Transportasi di Lapangan Monas, Jakarta, Rabu (18/9/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan, banyak investor asing yang berminat untuk melakukan pembangunan dan pengoperasian Bandara Singkawang, Kalimantan Barat.

“Saya pikir banyak sekali, ini surprising terima kasih mungkin lebih dari 10 bahkan 20 (konsorsium). Di antaranya (Changi), ada Perancis, Kanada, Korea Selatan, Jepang, China,” ujar Budi di Jakarta, Senin (7/10/2019).

Budi mengaku, telah diamanatkan oleh Presiden Joko Widodo untuk melibatkan swasta dalam pembangunan infrastruktur. Sebab, pembangunan tersebut tak bisa hanya mengandalkan dana APBN yang terbatas.

“APBN memang terbatas, banyak sekali kota-kota potensial yang akan dikembangkan. Oleh karenanya (pengembangan) di kota-kota atau tempat-tempat itu akan kita kerja samakan dengan swasta, dalam negeri dan luar untuk membantu pendanaan,” kata Budi.

Baca juga: Menhub: Pembangunan Bandara Singkawang Bisa Dongkrak Wisatawan

Sebelumnya, pemerintah menawarkan pembangunan dan pengoperasian Bandara Singkawang, Kalimantan Barat ke pihak swasta nasional maupun asing.

Market sounding itu dilakukan di Gedung Badan Koordinasi Penanaman Modal ( BKPM) Jakarta, Senin (7/10/2019).

Berdasarkan data dari BKPM, para investor yang berminat dengan proyek ini harus menggelontorkan dana sebesar Rp 4,3 triliun.

Dana tersebut akan digunakan untuk membangun bandara sebesar Rp 1,7 triliun, dan pengoperasian sebesar Rp 2,6 triliun.

Jika sudah menggelontorkan dana, pihak swasta akan menerima masa konsesi selama 32 tahun. Diperkirakan, bandara tersebut bisa beroperasi pada 2023.

Baca juga: 4 Proyek di KPBU, Menhub Sebut Negara Hemat Rp 2 Triliun

Nantinya badan usaha akan mendapatkan keuntungan dari biaya pengguna bandara.

Selain itu pemerintah juga memprediksikan penerimaan bandara dari segi udara sebesar Rp 15,9 triliun, dan dari segi non udara sebesar Rp 2,1 triliun.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X