Karena 737 MAX, Boeing Digugat Rp 1,4 Triliun oleh Asosiasi Pilot

Kompas.com - 08/10/2019, 10:38 WIB
Ekor dan sayap pesawat generasi terbaru Boeing 737 MAX 8 mendarat di Boeing Field seusai menyelesaikan terbang pertamanya di Seattle Washington, Amerika Serikat, 29 Januari 2016. Pesawat ini merupakan seri terbaru dan populer dengan fitur mesin hemat bahan bakar dan desain sayap yang diperbaharui. AFP PHOTO/GETTY IMAGES/STEPHEN BRASHEAREkor dan sayap pesawat generasi terbaru Boeing 737 MAX 8 mendarat di Boeing Field seusai menyelesaikan terbang pertamanya di Seattle Washington, Amerika Serikat, 29 Januari 2016. Pesawat ini merupakan seri terbaru dan populer dengan fitur mesin hemat bahan bakar dan desain sayap yang diperbaharui.

NEWYORK, KOMPAS.com - Pilot maskapai Southwest Airlines (LUV) telah menggugat Boeing lebih dari 100 juta dollar AS atau sekitar Rp 1,4 triliun (kurs Rp 14.000 per dollar AS). Mereka merasa dirugikan karena 737 Max yang dirumahkan.

Asosiasi Pilot Southwest Airlines mengeluhkan insiden 737 Max beberapa bulan lalu. Pilot- pilot itu mengklaim Boeing "sengaja" mengesampingkan pilot soal keselamatan pesawat, yang menyebabkan dua kecelakaan fatal dalam waktu kurang dari enam bulan.

Akibatnya, banyak ribuan pemesanan maupun penerbangan di banyak maskapai selain Boeing juga terkena imbasnya, termasuk Soutwest. Hal tersebut mengakibatkan kurangnya peluang pilot untuk bekerja.

Baca juga: Kecelakaan 737 Max, Boeing Beri Santunan Rp 2 Miliar Per Keluarga

Menurut pengaduan yang disampaikan pilot-pilot tersebut, mereka telah kehilangan lebih dari 100 juta dollar AS sebagai kompensasi yang harusnya mereka terima.

"Sangat penting bagi Boeing untuk mengambil waktu yang diperlukan, untuk merakit 737 MAX menjadi layanan penerbangan yang aman," kata Presiden Serikat Pekerja Soutwest Asia Jonathan Weaks dikutip CNN, Selasa (8/10/2019).

"Pilot kami seharusnya tidak terkena imbas dan mengalami kerugian finansial yang signifikan akibat kelalaian Boeing ini," imbuh dia.

Baca juga: 737 MAX Dilarang Terbang, Pesawat Boeing 737 Generasi Lama Makin Laris

Southwest sangat terpukul karena pihaknya merupakan operator terbesar pesawat 737 MAX. Hal tersebut menyebabkan 30.000 penerbangan Soutwest dieliminasi, berkontribusi terhadap penurunan sekitar 8 persen dalam layanan penumpang maskapai pada akhir 2019.

Maskapai ini terpaksa membatalkan sekitar 180 penerbangan harian hingga 5 Januari 2020.

Sejak dilarang terbang, maskapai terpaksa memarkir 34 pesawat dan telah memangkas 225 juta dollar AS dari pendapatan operasional maskapai.

Menanggapi pernyataan itu, juru bicara Boeing menyatakan pihaknya bakal mengembalikan Boeing terbang dengan pelayanan yang aman. Pun dia meyakini gugatan dari pilot Soutgwest Airlines tidak pantas.

"Kami akan terus bekerja dengan Southwest Airlines dan pilotnya dalam upaya mengembalikan MAX ke layanan yang aman," kata juru bicara Boeing.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber CNN
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X