Sri Mulyani Ungkap Rahasia, Mobil Bos IMF-Bank Dunia Ternyata Bekas Taksi...

Kompas.com - 09/10/2019, 05:09 WIB
Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde (kedua kiri duduk) berfoto bersama dengan para menteri keuangan dan gubernur bank sentral negara-negara G20 sebelum melakukan pertemuan dalam rangkaian Pertemuan Tahunan IMF-World Bank Group 2018 di Bali Nusa Dua Convention Center, Nusa Dua, Bali, Kamis (11/10/2018). Agenda tersebut membahas tentang risiko terhadap prospek ekonomi global dan memastikan Asosiasi Fiskal Internasional yang tangguh. ANTARA/KOMINFO/ICom/AM IMF-WBG/NICKLAS HANOATUBUNDirektur Pelaksana IMF Christine Lagarde (kedua kiri duduk) berfoto bersama dengan para menteri keuangan dan gubernur bank sentral negara-negara G20 sebelum melakukan pertemuan dalam rangkaian Pertemuan Tahunan IMF-World Bank Group 2018 di Bali Nusa Dua Convention Center, Nusa Dua, Bali, Kamis (11/10/2018). Agenda tersebut membahas tentang risiko terhadap prospek ekonomi global dan memastikan Asosiasi Fiskal Internasional yang tangguh.

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan rahasia efisiensi saat mengenang Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia di Bali pada Oktober 2018.

Di antaranya terkait dengan mobil yang dipakai untuk antar dan jemput bos IMF dan Bank Dunia selama acara itu digelar beberapa hari. Ternyata mobil yang dipakai adalah mobil bekas taksi.

"Penggunaan mobil bekas taksi sebagai mobil delegasi, termasuk untuk pimpinan tertinggi IMF dan Bank Dunia," tulis Sri Mulyani dalam akun Instagram pribadinya, Selasa (8/10/2019).

Namun, mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu tidak menyebutkan mobil apa yang digunakan oleh para delegasi dan bos IMF serta bos Bank Dunia selama di Bali.

Sejak beberapa tahun lalu, beberapa operator taksi di Indonesia memang sudah menyediakan kendaraan yang mewah. Salah satunya yakni Blue Bird yang menggunakan mobil Alphard.

Baca juga : Sri Mulyani: Nanti di Akhir Karier, Saya Katakan...

Selain penggunaan mobil bekas taksi, Sri Mulyani juga mengungkapkan bahwa acara tersebut menggunakan perangkat server multimedia yang efisien selama acara.

Hal itu dilakukan demi menghemat anggaran. Ia menyebut, anggaran penyelenggaraan Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia dapat dihemat sebesar Rp 117,7 miliar atau 23,28 persen dari nilai kontrak awal.

"Panitia juga telah menyelenggarakan Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia 2018 juga dilaksanakan transparan dan efisien. Berbagai yang dilakukan agar dapat diberikan dengan baik namun dengan biaya yang sefisien mungkin," kata Sri Mulyani.

Pada 8-10 Oktober 2018, Indonesia yang menjadi tuan rumah penyelenggaraan Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia di Bali. Hadir dalam acara itu 21.620 orang delegasi dari 189 negara.

Sri Mulyani menyebut semua delegasi mendapatkan kepuasan dan pengalaman luar biasa yang belum pernah didapat dalam acara yang sama sebelumnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X