Boeing Belum Bisa Memastikan 737 MAX Kembali Terbang

Kompas.com - 09/10/2019, 10:18 WIB
Pesawat generasi terbaru Boeing 737 MAX 8 saat terbang untuk pertama kalinya di Renton, Washington, Amerika Serikat, 29 Januari 2016. Pesawat ini merupakan seri terbaru serta populer dengan fitur mesin hemat bahan bakar dan desain sayap yang diperbaharui. AFP PHOTO/GETTY IMAGES/STEPHEN BRASHEARPesawat generasi terbaru Boeing 737 MAX 8 saat terbang untuk pertama kalinya di Renton, Washington, Amerika Serikat, 29 Januari 2016. Pesawat ini merupakan seri terbaru serta populer dengan fitur mesin hemat bahan bakar dan desain sayap yang diperbaharui.

WASHINGTON, KOMPAS.com- Regulator penerbangan dari Amerika Serikat dan Uni Eropa mengatakan mereka masih melakukan pemerikasaan terhadap perubahaan software yang dilakukan Boeing di perangkat 737 MAX. 

Dikutip dari Reuters Rabu (09/10/2019), pemeriksaan ini dilakukan secara detil, mengingat dua kecelakaan besar yang menewaskan 346 orang, terjadi pada pesawat jenis 737 MAX dalam kurun waktu lima bulan. 

Tinjauan keselamatan yang sedang berlangsung meliputi soal sertifikasi 737 MAX yang tidak mungkin selesai sebelum November, kata dua sumber.

Boeing telah berulang kali mengatakan akan melanjutkan penerbangan pada kuartal keempat, yang dimulai pada 1 Oktober.

Federal Aviation Administration ( FAA) Amerika Serikat, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pihaknya memiliki "hubungan yang transparan dan kolaboratif" dengan otoritas penerbangan sipil lainnya saat mereka melakukan tinjauan keselamatan 737 MAX.

Sementara pihak dari Uni Eropa juga mengatakan bahwa pihaknya juga melakukan komunikasi secara terus-menerus.

“Kami pada tahap ini tidak memiliki keprihatinan khusus yang dihasilkan dari penilaian itu yang berarti bahwa kami tidak dapat menyetujui pengembalian yang terkoordinasi ke layanan. Kami terus melakukan kontak dengan FAA dan Boeing, ”kata juru bicara Badan Keamanan Penerbangan Uni Eropa (EASA) melalui email.

Administrator dari FAA Steve Dickson sebelumnya mengatakan bahwa badan tersebut akan membutuhkan sekitar satu bulan setelah penerbangan uji sertifikasi yang dijadwalkan sebelum pesawat dapat kembali diterbangkan.

FAA menegaskan kembali pada hari Selasa waktu setempat bahwa mereka tidak memiliki tanggal pasti untuk menyelesaikan ulasannya.

Sebagai info Boeing memberikan dana bantuan sebesar 50 juta dolar AS, yang diumumkan pada 23 September.

"Setiap keluarga korban akan menerima sebesar 144.500 dolar AS. Dari dua kecelakaan yang mematikan, Boeing telah membayar tiga dari lima klaim yang diajukan hingga saat ini," kata co-administrator dana, Camille Biros, kepada Reuters.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X