Survei BI: Penjualan Eceran Agustus 2019 Tumbuh Melambat

Kompas.com - 09/10/2019, 12:48 WIB
Logo Bank Indonesia (BI). KOMPAS.com/SAKINA RAKHMA DIAH SETIAWANLogo Bank Indonesia (BI).

JAKARTA, KOMPAS.com - Hasil Survei Penjualan Eceran Bank Indonesia (BI) menunjukkan penjualan eceran pada Agustus 2019 melambat.

Hal tersebut tecermin dari Indeks Penjualan Riil (IPR) Agustus 2019 yang tumbuh 1,1 persen (yoy), lebih rendah dibandingkan dengan IPR Juli 2019 sebesar 2,4 persen (yoy).

Kinerja penjualan eceran tersebut ditopang oleh kelompok Suku Cadang dan Aksesori yang tumbuh tinggi, serta kelompok komoditas Perlengkapan Rumah Tangga Lainnya yang tumbuh meningkat, antara lain barang elektronik selain audio/video dan perabot rumah tangga.

"IPR pada Agustus 2019 tercatat sebesar 216,6 atau tumbuh 1,1 persen (yoy) lebih rendah dibandingkan 2,4 persen (yoy) pada Juli 2019," jelas keterangan tertulis BI seperti dikutip Kompas.com, Rabu (9/10/2019).

Penjualan eceran diprakirakan tumbuh meningkat pada September 2019. Hal itu terindikasi dari IPR September 2019 yang diprakirakan tumbuh sebesar 2,1 persen (yoy).

Peningkatan tersebut terutama bersumber dari meningkatnya pertumbuhan penjualan kelompok Perlengkapan Rumah Tangga Lainnya dan kelompok Makanan, Minuman & Tembakau, serta tetap tingginya pertumbuhan penjualan kelompok Suku Cadang dan Aksesori yang masing-masing tumbuh 9,4 persen (yoy), dan 2,7 persen (yoy) lebih tinggi dibandingkan 8,3 persen (yoy) dan 0,3 persen (yoy).

"Hal tersebut tercermin dari IPR September 2019 sebesar 215,2 atau tumbuh 2,1 persen (yoy) lebih tinggi dari 1,1 persen (yoy) pada bulan sebelumnya," jelas BI.

Secara kuartalan, di kuartal III-2019 penjualan eceran diperkirakan tumbuh melambat. Hasil survei mengindikasikan penjualan eceran pada kuartal III-2019 tumbuh 1,8 persen (yoy) lebih rendah dibandingkan 4,2 persen Yoy) di kuartal II-2019 dan 4,6 persen (yoy) di kuartal III-2018.

"Perlambatakan penjualan tersebut terjadi pada hampir seluruh komoditas barang yang disurvei, terutama sub kelompok Sandang yang tumbuh 1 persen (yoy) pasca mencatat pertumbuhan sebesar 27,5 persen (yoy) pada kuartal II-2019 dipengaruhi tingginya permintaan saat Ramadhan dan Idul Fitri," jelas BI.

Hasil survei juga mengindikasikan tekanan kenaikan harga di tingkat pedagang eceran dalam enam bulan mendatang (Februari 2020) diprakirakan akan menurun. Hal ini tercermin dari Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) 6 bulan yang akan datang sebesar 168,2, lebih rendah dibandingkan IEH pada bulan sebelumnya sebesar 174,7.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X