Menteri Susi: Tol Laut Masih Kurang Banyak

Kompas.com - 09/10/2019, 17:09 WIB
Kapal Tol Laut di  Pelabuhan Tenau, Kupang, NTT, Rabu (21/8/2019). DOKUMENTASI KEMENHUBKapal Tol Laut di Pelabuhan Tenau, Kupang, NTT, Rabu (21/8/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Kelautan dan Perikanan  Susi Pudjiastuti menilai sejauh ini program Tol Laut masih kurang efektif untuk menekan harga ikan di Pulau Jawa. Persoalannya, terdapat perbedaan harga di sentra penangkapan dan di lokasi distribusi.

" Tol laut masih kurang banyak, kurang efektif karena frekuensinya juga masih jarang," kata Susi kepada awak media di Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta, Rabu (9/10/2019).

Susi menyebut, transportasi menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah untuk meminimalisisasi disparitas harga antardaerah. Sehingga harga ikan kian terjangkau.

"Supaya harga ikan tongkol yang cuma Rp 15.000-20.000 di Talaud dan Sangihe itu, di Jakarta harganya (bisa) hanya Rp 25.000 kalau angkutannya murah," ungkapnya.

Baca juga: Ini Pesan Susi Pudjiastuti dalam Konferensi Pers Terakhir...

Dia mengatkaan, sejauh ini harga ikan di sentra penangkapan sudah sangat murah dan terjangkau. Kondisi ini sudah dilihat Susi secara langsung di salah satu sentra produksi di kawasan Timur Indonesia, yang harga ikan tongkol dijual Rp 6.000-9.000 per kilogram.

"Ini yang saya harapkan bersama perhubungan akan duduk sama-sama, karena sentra penangkapan ikan di luar Jawa, tapi yang banyak penduduknya kan Jawa, yang perlu ikan kan Jawa, sementara wilayah penangkapan itu banyaknya di timur dan barat Indonesia," bebernya.

Terkait hal itu, pihaknya akan membahas dan mengkaji bersama Kementerian Perhubungan (Kemenhub) agar ada jalan keluar untuk meningkatkan kualitas tol laut agar logistik bisa lebih efisien.

"Kami mau minta rute, perubahan rute tol laut, dan frekuensi diperbanyak," terangnya.

Baca juga: Dalam 5 Tahun, Susi Gagalkan 270 Kasus Penyelundupan Benih Lobster

Selama ini, proses distribusi ikan dari wilayah Timur Indonesia ke Pulau Jawa juga terbilang panjang. Sehingga kondisi ini juga berpengaruh pada harga jual ikan di pasaran. Susi pun berharap infrastruktur untuk mendukung perkembangan industri perikanan makin membaik ke depannya.

"Wilayah penangkapan Timur Indonesia, Barat Indonesia, konsumennya Jawa. Sedangkan tol laut frekuensinya belum banyak. PR-nya distribusi, harga ikan di sentra penangkapan itu ikan tongkol bisa Rp 6.000-9000 per kilogram," ucap dia.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X