Kompas.com - 10/10/2019, 07:47 WIB
Ilustrasi Bank Permata KOMPAS/HERU SRI KUMOROIlustrasi Bank Permata

JAKARTA, KOMPAS.com - Bursa akuisisi kepemilikan saham di PT Bank Permata Indonesia Tbk (BNLI) makin ramai.

Mengutip Bloomberg, via Kontan.co.id, Kamis (10/10/2019), Bank DBS asal Singapura tengah mempertimbangkan rencana ikut berlomba dalam mengakuisisi saham Bank Permata.

Menurut sumber Bloomberg, DBS berniat untuk mengambilalih saham Standard Chartered Plc di Bank Permata.

Lebih lanjut, DBS juga telah serius menggandeng salah satu penasihat keuangan (financial advisor) untuk mengukur valuasi Bank Permata. Menurut hitung-hitungan, valuasi Bank Permata sudah mencapai 2,3 miliar dollar AS.

Jika benar, artinya Bank DBS bakal bersaing dengan salah satu bank asal Singapura yang juga berniat mencaplok Bank Permata yakni Overseas-Chinese Banking Corp (OCBC).

Tak hanya itu, lembaga keuangan raksasa Jepang yang berbasis di Tokyo yakni Sumitomo Mitsui Financial Group Inc, juga dilaporkan tertarik mengakuisisi bank asal Indonesia menurut Bloomberg.

Baca juga : Investor Asing Minati Bank Permata, Ini Kata OJK

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebagai informasi saja, saat ini Standard Chartered dan PT Astra Internasional masing-masing memiliki saham sebesar 45 persen di Bank Permata. Hanya saja, kepastian DBS untuk masuk ke Bank Permata masih abu-abu, artinya bisa saja DBS tidak tertarik untuk melakukan penawaran ke BNLI.

 

Diperkirakan, penawaran final akan jatuh tempo dalam waktu sekitar satu bulan.

Namun, sampai saat ini perwakilan DBS menolak berkomentar. Bila tawaran bergerak maju, ini akan menjadi upaya kedua DBS untuk mengakuisisi bank di Indonesia yang substansial.

Berdasarkan sejarahnya, pada 2013 silam, Bank DBS terpaksa mundur dari tawaran 6,5 miliar dollar AS untuk mengambilalih saham PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN), pasca-adanya perubahan aturan tentang kepemilikan asing.

Selang lima tahun kemudian, Bank Danamon akhirnya diakuisisi oleh Mitsubishi UFJ Financial Group Inc.

Sejak gagal mendapatkan Danamon, Chief Executive Officer DBS Piyush Gupta menekankan untuk memperluas jangkauan layanan perbankannya melalui digital, ketimbang membeli bank baru dengan jaringan cabang yang besar.

Namun, pada bulan September 2019 Gupta mengatakan pihaknya tetap terbuka pada kemungkinan akuisisi jika perusahaannya membutuhkan dorongan untuk mengembangkan layanan digital dengan kehadiran kantor fisik.

"Selain kehadiran digital yang fundamental, kami juga mulai memahami bahwa kami memerlukan kantor fisik untuk menjaga kredibilitas merek (perusahaan) dalam memberi layanan," ujar Gupta kala itu.

Sebagai informasi, Bank Permata memiliki 317 cabang yang melayani lebih dari 2 juta pelanggan di 62 kota di Indonesia per akhir Juni 2019 lalu.

 

Berita ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul : Valuasi Bank Permata diprediksi US$ 2,3 miliar, Bank DBS tertarik akuisisi

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.