Susi Ingin Bangun Banyak Politeknik Perikanan, tapi....

Kompas.com - 10/10/2019, 19:30 WIB
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti minum kopi usai menenggelamkan kapal asing pencuri ikan di Selat Lampa, Natuna, Kepulauan Riau, Senin (7/10/2019). KOMPAS.com/ FARID ASSIFAMenteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti minum kopi usai menenggelamkan kapal asing pencuri ikan di Selat Lampa, Natuna, Kepulauan Riau, Senin (7/10/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengeluhkan rumitnya proses birokrasi dan administrasi di Indonesia.

Sebab, kedua hal tersebut meruntuhkan ambisinya untuk bisa membangun 10 Politeknik Perikanan dan Kelautan setiap tahun di masa dirinya menduduki posisi Menteri Kelautan dan Perikanan.

Tetapi sekarang, selama empat tahun masa jabatannya, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) hanya bisa meruampungkan proses pembangunan 7 politeknik.

"Saya dulu tidak tahu birokrasi dan prosedur begitu berbelit, dari mulai administrasi lahan, dan sebagainya. Sehinga dari yang seharysnya 4 tahun bisa 40 politeknik sekarang hanya 7 yang sudah bisa beroperasi," ujar Susi di Jakarta, Kamis (10/10/2019).

Namun demikian dirinya berharap dalam lima tahun mendatang di periode kedua kepemimpinan Presiden Jokowi impiannya tersebut bisa terealisasi.

Baca juga: Diminta Jadi Menteri Lagi, Susi: Itu Namanya Buzzer, Dilarang

Sebab dalam janji politiknya, Presiden Jokowi mengatakan bakal fokus membangun Sumber Daya Manusia (SDM) di periode ke dua dirinya memumimpin.

"10 politeknik per tahun semoga bisa jadi kenyataan. Atau paling tidak 5 politeknik per 5 tahun lah," ujar dia.

Susi mengatakan perbaikan dan pengembangan SDM di sektor kelautan dan perikanan sangat penting, seiring dengan besarnya potensi perikanan dan kelautan Indonesia.

Sehingga sangat disayangkan jika potensi yang besar tersebut tidak dibarengi dengan SDM yang tidak mampu mengelola dengan baik.

"Value jualnya bisa tidak maksimum," ujar dia.

Susi menginginkan agar SDM dibidang kelautan dan perikanan bisa memahami konsep penangkapan ikan yang berkelanjutan.

Baca juga: Susi: Ada yang Bilang Investor Takut Ketegasan Ibu Menteri, Aneh...

Dirinya pun meyakini dengan peta jalan yang sudah dia bentuk bersama dengan jajaran KKP lain bisa memhuat sektor perikanan menjadi masa depan bangsa yang patut diperhitungkan.

"Laut tidak boleh kita punggungu. Harus kita jaga, agar produknya terus ada dan banyak. Kalau ada tapi sedikit, tidak cukup untuk konsumsi, tidak bisa menggiatkan perekonomian. Maka sumber daya alam itu harus dijaga keberadaanya agar terus banyak dan produktif," ujar dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bangga Buatan Indonesia, Luhut Ajak Masyarakat Beli Sepeda Produk Lokal

Bangga Buatan Indonesia, Luhut Ajak Masyarakat Beli Sepeda Produk Lokal

Whats New
Covid-19 Bikin Bisnis Hotel dan Restoran di Jakarta Kian Merana

Covid-19 Bikin Bisnis Hotel dan Restoran di Jakarta Kian Merana

Whats New
5+ Rahasia dan Cara Mengatur Keuangan Freelancer Zaman Now

5+ Rahasia dan Cara Mengatur Keuangan Freelancer Zaman Now

Earn Smart
Tarif Tol Jakarta-Bandung Terbaru di 2021

Tarif Tol Jakarta-Bandung Terbaru di 2021

Spend Smart
Hati-hati, Ada Hoaks Pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang 12!

Hati-hati, Ada Hoaks Pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang 12!

Whats New
Pastikan Kelayakan Terbang Pesawat, Menhub Tinjau Ramp Check di Bandara Soetta

Pastikan Kelayakan Terbang Pesawat, Menhub Tinjau Ramp Check di Bandara Soetta

Whats New
Tarif Tol Terbaru dari Jakarta Menuju Semarang dan Surabaya di 2021

Tarif Tol Terbaru dari Jakarta Menuju Semarang dan Surabaya di 2021

Spend Smart
Satpam Wajib Miliki KTA dan Ijazah, Berapa Biaya Pembuatannya?

Satpam Wajib Miliki KTA dan Ijazah, Berapa Biaya Pembuatannya?

Work Smart
Cerita Orang Terkaya Paling Muda di India, Pernah Jualan HP Kini Punya Harta Rp 21,7 Triliun

Cerita Orang Terkaya Paling Muda di India, Pernah Jualan HP Kini Punya Harta Rp 21,7 Triliun

Work Smart
MONEY SEPEKAN:  6 Maskapai Indonesia yang Kini Tinggal Nama | Uni Eropa Tolak Sawit Indonesia, Butuh Nikelnya

MONEY SEPEKAN: 6 Maskapai Indonesia yang Kini Tinggal Nama | Uni Eropa Tolak Sawit Indonesia, Butuh Nikelnya

Whats New
Selain Kendaran Listrik, Ini Pendongkrak Melejitnya Harga Nikel

Selain Kendaran Listrik, Ini Pendongkrak Melejitnya Harga Nikel

Whats New
Elon Musk Sumbangkan 5 Juta Dollar AS untuk Akses Pendidikan Gratis

Elon Musk Sumbangkan 5 Juta Dollar AS untuk Akses Pendidikan Gratis

Whats New
Pasca Gempa Majene, Kemenhub Pastikan Pelayanan Penerbangan di Sulawesi Barat Normal

Pasca Gempa Majene, Kemenhub Pastikan Pelayanan Penerbangan di Sulawesi Barat Normal

Whats New
Utang Pemerintah Tembus Rp 6.000 Triliun

Utang Pemerintah Tembus Rp 6.000 Triliun

Whats New
Erick Thohir Minta 15 Persen Direksi BUMN Dijabat Perempuan

Erick Thohir Minta 15 Persen Direksi BUMN Dijabat Perempuan

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X