CEO Tokopedia: Boyolali Lebih Berpotensi daripada Bangkok

Kompas.com - 10/10/2019, 20:35 WIB
CEO Tokopedia William Tanuwijaya di konferensi pers World Conference on Creative Economy (WCCE) di Jakarta, Selasa (25/9/2018) KOMPAS.com/ Putri Syifa NurfadilahCEO Tokopedia William Tanuwijaya di konferensi pers World Conference on Creative Economy (WCCE) di Jakarta, Selasa (25/9/2018)

JAKARTA, KOMPAS.com - CEO Tokopedia William Tanuwijaya mengaku belum tertarik untuk merambah pasar internasional dalam waktu dekat ini.

Saat ini, salah satu unicorn asal Indonesia itu, masih fokus mengembangkan pasar dalam negeri.

“Tokopedia punya 90 juta pengguna. Kami melihat bahwa potensi terbesarnya ada di masyarakat pedesaan. Jadi strategi berikutnya kami akan go local, bukannya go global,” ujar William di Jakarta, Kamis (10/10/2019).

Baca juga: Bayar Paspor Kini Bisa Lewat Bukalapak dan Tokopedia

William mengatakan, mayoritas masyarakg Indonesia masih tinggal di pedesaan. Atas dasar itu, dia merasa pangsa pasar di pedesaan masih sangat menggiurkan untuk digarap.

“Kami merasa Boyolali lebih berpotensi daripada Bangkok dan Surakarta lebih penting dari pada Singapura. Ada 100 juta masyarakat Indonesia yang tinggal di pedesaan,” kata William.

Untuk menggarap potensi pasar di pedesaan William mengakui masih terdapat tantangan yang harus dihadapi. Salah satunya masalah infrastruktur.

Namun, dengan bantuan pemerintah pusat dan daerah, William optimis bisa mendobrak tantangan tersebut.

“Kalau Tokopedia bisa bantu pengusaha desa jadi pengusaha nasional ini akan jadi ruang pertumbuhan berikutnya. Kami menargetkan hingaa 10 tahun ke depan Tokopedia bisa berkontribusi hingga 5 persen dari perekonomian di Indonesia,” ucap dia.

Baca juga: Tokopedia Bantah Punya Perusahaan Induk di Singapura

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X