Sri Mulyani: Pertumbuhan Ekonomi Digital RI Bikin Iri

Kompas.com - 11/10/2019, 06:23 WIB
Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong (kanan) berbicara dengan Presiden Indonesia Joko Widodo (kiri) dan Menteri Keuangan Indonesia Sri Mulyani Indrawati (tengah) sebelum sesi 3 tentang partisipasi tenaga kerja perempuan, masa depan pekerjaan, dan masyarakat lanjut usia saat berlangsungnya KTT G20 di Osaka, Jepang, Sabtu (29/6/2019). AFP/POOL/KAZUHIRO NOGIPerdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong (kanan) berbicara dengan Presiden Indonesia Joko Widodo (kiri) dan Menteri Keuangan Indonesia Sri Mulyani Indrawati (tengah) sebelum sesi 3 tentang partisipasi tenaga kerja perempuan, masa depan pekerjaan, dan masyarakat lanjut usia saat berlangsungnya KTT G20 di Osaka, Jepang, Sabtu (29/6/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani memperkirakan pertumbuhan ekonomi digital di 2025 mencapai 130 miliar dollar AS.

Saat ini, kata mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu, ekonomi digital di Indonesia mencapai 40 miliar dollar AS.

“Potensinya (ekonomi digital) di Indonesia bisa mencapai 130 miliar dollar AS pada tahun 2025," ujar Sri Mulyani di Jakarta, Kamis (10/10/2019) malam.

Menurut perempuan yang akrab disapa Ani itu, saat ini pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia paling pesat dibandingkan negara lainnya di Indonesia.

Atas dasar itu, dia yakin ekonomi digital di Indonesia bisa mencapai 130 miliar AS di 2025.

Growth dari ekonomi digitalnya termasuk yang tercepat, growth by 40 persen setiap tahunnya. Ini merupakan angka yang membuat kita semua iri," kata Ani.

Baca juga: Tembus 40 Miliar Dollar AS, Ekonomi Digital RI Terbesar di ASEAN

Ani menuturkan, pertumbuhan ekonomi digital ini lebih pesat dibandingkan dengan yang lainnya. Bahkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia saja secara keseluruhan hanya sekitar 5 persen.

“Kegiatan ekonomi yang bisa tumbuh 40 persen di hari gini itu adalah sesuatu yang luar biasa," ucap dia.

Beberapa waktu lalu,  Google, Temasek dan Bain & Company merilis laporan e-Conomy SEA keempat pada tahun ini.

Dari data tren pertumbuhan ekonomi digital di Asia Tenggara itu, Indonesia masih menjadi negara dengan pertumbuhan paling tinggi di kawasan.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X