Menkeu Ungkap Daya Saing RI Turun Karena SDM Mayoritas SD dan SMP

Kompas.com - 11/10/2019, 16:55 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani saat memberikan sambutan pelantikan 25 pejabat eselon II di Kantor Kemenkeu,Jakarta, Senin (9/9/2019) Dokumen Biro KLI Kementerian KeuanganMenteri Keuangan Sri Mulyani saat memberikan sambutan pelantikan 25 pejabat eselon II di Kantor Kemenkeu,Jakarta, Senin (9/9/2019)

JAKARTA, KOMPAS.com - World Economic Forum (WEF) merilis data terbaru Global Competitiveness Index 4.0 2019 dan menempatkan Indonesia pada posisi 50.

Hasilnya, daya saing Indonesia turun 5 peringkat dengan total nilai 64,8.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan, saat ini masih ada persoalan fundamental di Indonesia yang menyangkut daya SDM. Sehingga tidak dimungkiri rendah daya saing manusia Indonesia.

"Memang selama ini pemerintah dan presiden menyampaikan SDM, dimana mayoritas hanya lulusan SD dan SMP," kata Sri Mulyani di Kabupaten Tangerang, Banten, Jumat (11/10/2019).

Menurut Menkeu, selain mayoritas lulusan SD dan SMP, dunia pendidikan memang masih belum cukup baik dalam meningkatkan kemampuan SDM. Karena itu, sangat dibutuhkan peningkatan atau pengembangan lewat berbagai upaya konkrit.

"Kita semua tahu, kalau memperbaiki pendidikan kan tidak mungkin jalan dalam waktu satu tahun. Sehingga yang perlu dilihat (persoalan dengan benar)," ujarnya.

Dia menjelaskan, pemerintah lewat kementerian sangat fokus dan berkomitmen untuk meningkatkan daya saing SDM di Tanah Air. Ini dilakukan dengan plot anggaran sektor pendidikan yang kian besar tiap tahunnya.

Pada 2019 saja, anggaran dana untuk pendidikan mencapai Rp 505 triliun. "Tahun depan Rp 508 triliun. Kita perlu untuk melakukan betul-betul evaluasi bersama," tambahnya.

Tingginya anggaran sektor pendidikan, sambung Menkeu, tentu perlu memperhatikan sejauh mana efektifitas dan bagaimana memperbaiki hasil dari keseluruhan anggaran yang sudah dialokasikan.

"Apakah perlu perbaikan di semua lini, kurikulum, proses belajar mengajar, guru, sampai kepada delivery-nya. Itu perlu," pungkasnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X