Taspen Jamin Perawatan Wiranto

Kompas.com - 11/10/2019, 20:21 WIB
Menko Polhukam Wiranto (kedua kiri) diserang orang tak dikenal dalam kunjungannya di Pandeglang, Banten, Kamis (10/10/2019). Wiranto menderita luka dua tusukan di bagian perut dan polisi mengamankan dua tersangka suami istri Syahril dan Fitri Andriana yang diduga terpapar jaringan ISIS. ANTARA FOTO/DOK. POLRES PANDEGLAMenko Polhukam Wiranto (kedua kiri) diserang orang tak dikenal dalam kunjungannya di Pandeglang, Banten, Kamis (10/10/2019). Wiranto menderita luka dua tusukan di bagian perut dan polisi mengamankan dua tersangka suami istri Syahril dan Fitri Andriana yang diduga terpapar jaringan ISIS.

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Taspen (Persero), yang mengelola program Jaminan Sosial bagi ASN dan pejabat negara, menjamin perawatan dan proses pemulihan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan HAM (Menko Polhukam) Wiranto.

"Sebagai pejabat negara yang merupakan peserta Taspen, Wiranto memperoleh perlindungan penuh yang salah satunya adalah Jaminan Kecelakaan Kerja yang akan dicover oleh Taspen," kata Direktur Operasional Taspen, Ermanza dalam siaran pers, Jumat (11/10/2019).

Adapun dalam hal ini, Taspen sudah melakukan kerjasama dalam perlindungan Jaminan Kecelakaan Kerja bagi para ASN dan Pejabat Negara.

"Jadi Menkopolhukam mendapat tusukan saat dinas, yang termasuk kecelakaan kerja. Manfaat dalam program Jaminan Kecelakaan Kerja yang diberikan Taspen nantinya adalah Perawatan sampai sembuh," ucap Ermanza.

Baca juga : Sri Mulyani: Tak Ada Dampak Ekonomi dari Penusukan Menko Wiranto

Sepeti diketahui, dalam kunjungan kerja ke Pandeglang Banten pada 10 Oktober 2019 kemarin, Wiranto diserang oleh orang tidak dikenal. Akibatnya, Wiranto harus menjalani perawatan intensif di RSPAD Gatot Subroto.

Dua orang pelaku kemudian diamankan oleh pihak kepilisian. Kedua orang iru berjenis kelamin laki-laki dan perempuan.

Sang perempuan, FA adalah warga Brebes, sedangkan pelaku laki-laki berinisial SA atau Abu Rara kelahiran Medan.

"Diduga pelaku terpapar radikalisme, nanti kita coba dalami apakah SA masih punya jaringan JAD Cirebon atau JAD lain di Sumatera," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Dedi Prasetyo kemarin.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X