5 Hal Baru dalam APBN 2020 yang Berdampak ke Masyarakat

Kompas.com - 12/10/2019, 12:22 WIB
Presiden Joko Widodo saat menyampaikan keterangan pemerintah atas RUU APBN 2020 dan Nota Keuangan dalam Rapat Paripurna DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (16/8/2019). KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTOPresiden Joko Widodo saat menyampaikan keterangan pemerintah atas RUU APBN 2020 dan Nota Keuangan dalam Rapat Paripurna DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (16/8/2019).

Ketiga, naiknya anggaran Dana Desa sebesar 5,2 persen menjadi sekitar Rp 856 triliun dibanding tahun 2019.

Anggaran baru Dana Desa akan diprioritaskan untuk pembangunan infrastruktur di bidang pendidikan, kesehatan, air minum, akses antarwilayah.

Baca juga: Di Tengah Protes RUU KPK, DPR Setujui Kenaikan Anggaran KPK 2020

Keempat, turunnya anggaran subsidi sebesar hampir 14 persen menjadi Rp 125 triliun pada 2020. Salah satu langkah pengurangan yang dilakukan pemerintah adalah dengan memberikan subsidi listrik secara tepat sasaran kepada pelanggan rumah tangga daya 450 Volt Ampere (VA) dan 900 VA.

Kelima, anggaran di semua kementerian rata-rata meningkat, kecuali Kementerian Kesehatan yang turun Rp 400 miliar menjadi sekitar Rp 58 triliun.

Sementara itu, anggaran yang mengalami kenaikan paling menonjol ditemukan di Kementerian Pertahanan, naik hampir 20 persen menjadi Rp 131 triliun, disusul oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) yang naik 11 persen menjadi Rp 104 triliun.

Strategi antisipasi

Tahun 2020 dan 2021 merupakan tahun-tahun krusial bagi perkembangan ekonomi-politik negeri kita karena situasi ekonomi global sedang penuh dengan ketidakpastian akibat perang dagang yang terjadi antara Amerika Serikat dan China yang berkepanjangan dan juga faktor geopolitik di Timur Tengah.

Sementara dari dalam negeri tanpa adanya antisipasi, maka stagnasi pertumbuhan ekonomi sepertinya menjadi kenyataan.

Lembaga keuangan internasional telah menurunkan target perkembangan ekonomi global menjadi hanya 3,2 persen untuk tahun 2019 dari prakiraan awal 3,3 persen.

Adapun tahun depan IMF hanya mematok proyeksi 3,5 persen pertumbuhan ekonomi global dari proyeksi awal 3,6 persen.

Baca juga: UU APBN Diketok, Ini Target Ekonomi dan Asumsi Makro 2020

Melemahnya ekonomi dunia akan berdampak secara langsung pada kondisi ekonomi dalam negeri. Terlebih anatomi pelemahan ekonomi global tahun depan terletak pada sisi penawaran yang cenderung akan lebih lama penyembuhannya dibanding krisis ekonomi tahun 2008.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X