KILAS

Ini Rencana Aksi Kementan untuk Tambah LTT Padi di Sumatera Utara

Kompas.com - 13/10/2019, 08:00 WIB
Rapat Evaluasi Capaian Luas Tambah Tanam dan Target Tanam Padi, Jagung dan Kedelai Oktober 2019 ? Maret 2020 di Medan, 10-11 Oktober 2019 Dok. Humas Kementerian PertanianRapat Evaluasi Capaian Luas Tambah Tanam dan Target Tanam Padi, Jagung dan Kedelai Oktober 2019 ? Maret 2020 di Medan, 10-11 Oktober 2019

KOMPAS.com – Guna menambah Luas Tambah Tanam (LTT) padi di Sumatera Utara ( Sumut), Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian ( Dirjen PSP) Kementerian Pertanian ( Kementan) Sawro Edhy mengatakan pihaknya memiliki beberapa rencana aksi.

Upaya pertama, yakni percepatan pengolahan lahan setelah panen. Kemudian optimalisasi pemanfaatan alat mesin pertanian yang terdapat di kelompok tani maupun Unit Pengelola Jasa Alsintan (UPJA) atau Brigade.

Kedua, melakukan koordinasi dan konsolidasi dengan seluruh pihak di tingkat lapangan, yaitu Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), TNI, dan petani.

"Aksi berikutnya adalah mempercepatan pengadaan dan penyaluran benih padi bantuan, baik melalui APBD dan APBN dan melakukan optimalisasi pemanfaatan bantuan Gerakan Percepatan Olah Tanah (GPOT),” terangnya.

Baca juga: Kementan Dukung Toli-Toli sebagai Lumbung Pangan di Sulteng

Selain itu, penanggungjawab Upaya Khusus (Upsus) Provinsi Sumut ini menjelaskan, Kementan juga mempercepat waktu tanam padi selama Oktober-Desember 2019 di lahan-lahan yang bisa ditanami padi gogo, seperti di tegalan-tegalan dan tumpang sari di perkebunan.

Penambahan LTT tersebut diperlukan karena selama periode Oktober hingga September 2018 -2019 Provinsi Sumut mengalami defisit lahan sebesar 150.289 hektar (ha) dibandingkan periode sama di tahun sebelumnya.

"Beberapa penyebab defisitnya realisasi tersebut adalah berkurangnya luas baku lahan sawah dari 428.961 ha data BPS menjadi 245.953 ha data Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN)," terang Sarwo.

Hal tersebut dia sampaikan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) bersama Penanggungjawab Upsus Kabupaten dan Kepala Bidang Dinas Pertanian serta petugas data LTT di Medan, Kamis (10/10/2019).

Baca juga: Kementan Prediksi Harga Beras hingga Awal 2020 Stabil

Penurunan luas lahan itu pun diakui Yeni, salah seorang peserta rapat dari Kabupaten Tapanuli Selatan.

Dia mengatakan, tahun ini pihaknya memang harus mengejar luas tambah tanam yang telah ditargetkan. Pasalnya, terjadi pengurangan luas lahan sebesar 25.000 ha sesuai dengan surat dari Kementerian ATR/BPN.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X