Proyek LRT Jabodebek, Adhi Karya Sudah Terima Rp 8,3 Triliun dari Pemerintah

Kompas.com - 14/10/2019, 05:08 WIB
Sejumlah karyawan mengecek keadaan rel dan gerbong kereta layang ringan atau LRT di Stasiun Harjamukti, Depok, Jawa Barat, Minggu (13/10/2019). Progres pembangunan proyek LRT Jabodebek lintas pelayanan 1 Cibubur-Cawang telah mencapai 85,7 persen dan satu rangkaian gerbong LRT telah diangkat dan diparkir di Depo Stasiun Harjamukti. ANTARA FOTO/ASPRILLA DWI ADHASejumlah karyawan mengecek keadaan rel dan gerbong kereta layang ringan atau LRT di Stasiun Harjamukti, Depok, Jawa Barat, Minggu (13/10/2019). Progres pembangunan proyek LRT Jabodebek lintas pelayanan 1 Cibubur-Cawang telah mencapai 85,7 persen dan satu rangkaian gerbong LRT telah diangkat dan diparkir di Depo Stasiun Harjamukti.

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Adhi Karya (Persero) Tbk telah menerima pembayaran keempat atas pekerjaan proyek kereta layang ringan (Light Rail Transit/ LRT) Jabodebek sebesar Rp 1,4 triliun. 

Direktur Keuangan Adhi Karya, Entus Asnawi mengatakan, pembayaran itu dilakukan berdasarkan progres pekerjaan LRT Jabodebek tahap satu dari bulan Oktober 2018 hingga Maret 2019.

"Pembayaran LRT Jabodebek dilakukan oleh Pemerintah melalui PT KAI (Persero) berdasarkan hasil progres pekerjaan yang telah dievaluasi dan diperiksa oleh BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan)," ucap Entus di Jakarta, Minggu 913/10/2019).

Baca juga: Proyek Pembangunan LRT Jabodebek Tahap I Sudah 66,13 Persen

Dengan demikian sebut dia, total pembayaran yang sudah diterima Adhi Karya dari pembangunan LRT Jabodebek mencapai Rp 8,3 triliun. Sementara nilai kontrak pembangunan LRT mencapai sekitar Rp 20 triliun.

"Total penerimaannya sudah mencapai Rp 8,3 triliun," ujar dia.

Saat ini, progres pelaksanaan pembangunan prasarana LRT Jabodebek tahap I sampai dengan 4 Oktober 2019, telah mencapai 66,13 persen.

Adapun rinciannya, progres untuk lintas pelayanan satu, yakni Cawang-Cibubur sudah mencapai 85,7 persen, lintas pelayanan dua Cawang-Kuningan-Dukuh Atas 56,1 persen, dan lintas pelayanan tiga yakni Cawang-Bekasi Timur 59,5 persen.

Baca juga: Canggih, LRT Jabodebek Bakal Dioperasikan Tanpa Masinis

Sementara itu, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengharapkan LRT Jabodebek akan beroperasi penuh pada November 2021.

"Ini bukan hanya proyek APBN, tetapi kolaborasi dari beberapa kementerian seperti BUMN dan Perhubungan," katanya.

Dia menyebutkan, perkiraan tarif untuk tiket LRT Jabodebek itu mencapai Rp 12.000 untuk setiap perjalanan.

"Itu sudah subsidi karena harga komersialnya sebesar Rp 25.000, pemerintah subsidi 50 persen," katanya.

Namun sebut dia, perkiraan tarif harga tiket LRT itu bisa mengalami perubahan ke depannya.

Baca juga: Disubsidi Pemerintah, Tarif LRT Jabodebek Dipatok Rp 12.000

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku
Komentar


Sumber Antara
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X