Susi Minta Kebijakannya Diteruskan oleh Menteri Selanjutnya

Kompas.com - 14/10/2019, 14:03 WIB
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti saat penenggelaman kapal di Perairan Tanjung Datuk, Kalimantan Barat, Minggu (6/10/2019). KOMPAS.com/ FARID ASSIFAMenteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti saat penenggelaman kapal di Perairan Tanjung Datuk, Kalimantan Barat, Minggu (6/10/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Susi Pudjiastuti meminta semua kebijakan saat dia menjabat jadi menteri tetap diteruskan oleh pemerintahan selanjutnya.

Hal itu dia utarakan ketika menjawab pertanyaan awak media usai menggelar Regional Investigative and Analitycal Meeting (RIACM) kapal STS 50 dan MV NIKA di Jakarta, Senin (14/10/2019).

"Semuanya. Semua kebijakan kita. Karena kebijakan yang kita lakukan itu sudah bagus," ucap Susi Pudjiastuti di Gedung Mina Bahari IV KKP, Jakarta, Senin (14/10/2019).

Salah satu kebijakannya adalah soal penenggelaman kapal yang melakukan penangkapan ikan ilegal di perairan Indonesia (IUU Fishing). Dia bilang, penenggelaman kapal lebih efektif dibanding melelang kapal usai berhasil ditangkap.

"Ya pasti tenggelamkan dong. Kalau dilelang akan nangkap (ikan) lagi, kami berapa kali nangkap kapal yang sama," ucap Susi.

Baca juga : Susi: Kalau Mau Ngusir 10.000 Kapal Ilegal Tanpa Penenggelaman, Ya Enggak Bisa

Susi menegaskan, pelelangan kapal tidak efektif karena hasil lelang bisa dibeli oleh mafia yang sama. Akibatnya, mafia itu melakukan ilegal fishing kembali.

Hal itu tentu menyia-nyiakan tenaga TNI AL, Bakamla, Pol Air, Satgas 115, dan semua instansi yang telah bersusah payah menangkap kapal tersebut.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X