Menurut Susi, Ini Alasan Ekspor Ikan RI Belum Bisa Saingi Thailand

Kompas.com - 14/10/2019, 14:51 WIB
Menteri KKP Susi Pudjiastuti rehat di sela-sela Sidang Umum PBB di New York, AS, Senin (23/9/2019). Usai dari PBB, Menteri Susi memberi kuliah umum di New York University. KOMPAS.COM/WISNU NUGROHOMenteri KKP Susi Pudjiastuti rehat di sela-sela Sidang Umum PBB di New York, AS, Senin (23/9/2019). Usai dari PBB, Menteri Susi memberi kuliah umum di New York University.

JAKARTA, KOMPAS.com - Sejak diberlakukannya kebijakan pemberantasan IUU Fishing, ekspor ikan Indonesia meningkat.

Kendati demikian, Indonesia belum mampu menyaingi Thailand dalam hal ekspor ikan, utamanya ke Uni Eropa.

Padahal, Thailand membeli ikan dari Indonesia untuk diekspor kembali ke negara-negara Uni Eropa.

Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Susi Pudjiastuti membeberkan alasannya. Susi mengatakan, Uni Eropa melayangkan tarif impor ikan untuk Indonesia sebesar 20 persen.

Sementara Vietnam dan Thailand tidak dikenakan tarif sama sekali alias nol persen.

"Sebetulnya kalau (ekspor) dunia, kita sudah nomor 2 (terbesar) setelah China. Kalau AS kita nomor 1. Tapi kalau Eropa, kita harus lewat Vietnam atau Thailand karena mereka (Vietnam/Thailand) punya 0 persen impor tarif," kata Susi Pudjiastuti di Jakarta, Senin (14/10/2019).

Baca juga: Susi: Ada yang Bilang Investor Takut Ketegasan Ibu Menteri, Aneh...

Hal itu membuat Indonesia sulit mengekspor hasil laut ke sana. Pasalnya, pengenaan tarif sebesar 20 persen membuat produk ikan asli Indonesia mahal.

Akibatnya, produk ikan asal Indonesia tidak bisa bersaing dengan produk ikan negara lain.

"Produk kita sekarang ini hampir tidak bisa masuk Eropa karena terlalu mahal jadinya. Harga produk kita plus 20 persen, sementara Vietnam 0 persen. Jadi kita kalah harga. Karena harga ditambah 20 persen impor tarif," jelasnya.

Dia pun terheran-heran kenapa negara yang mencuri ikan dari Indonesia justru mendapat keringanan tarif.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X