Milenial Enggan Jadi Petani? ini Kata TaniHub

Kompas.com - 14/10/2019, 16:40 WIB
TaniHub bersama Dompet Dhuafa bekerjasama KOMPAS.com/Rina Ayu LarasatiTaniHub bersama Dompet Dhuafa bekerjasama

JAKARTA, KOMPAS.com - Petani, peternak dan nelayan selama ini identik dengan kemiskinan, ini membuat sebagian besar pemuda milenial enggan untuk bertani ataupun menjadi nelayan dan memutuskan untuk bekerja di pabrik ataupun perusahaan.

Padahal, menurut CEO dan Co-Founder TaniHub Group Ivan Arie Sustiawan, Indonesia merupakan negara yang mayoritasnya bertani dan nelayan. Seharusnya kesejahteraan mereka lebih baik. 

Ivan mengatakan hal itu menjadi pertanyaan pertama yang ia temui saat mulai membangun TaniHub. 

"Kami awal-awal ke lapangan itu memang lebih banyak petani yang umurnya sudah usia 50 tahun keatas," kata Ivan

Namun perlahan-lahan TaniHub mulai mengenalkan produknya yang merupakan pemodalan serta penjualan kepada petani-petani di beberapa desa. 

"Nah sekarang, bisa dilihat kalau petani-petani yang kami temui sekarang itu mulai bergeser umurnya, bahkan sekarang ada yang umurnya sekitar 30an sampe dibawah 30 bahkan," ujarnya.

Direktur Eksekutif Dompet Dhuafa Imam Rulyawan menambahkan problematika milenial untuk jadi petani dan peternak itu ada dua, yaitu modal dan pemasaran.

"Berapapun usianya, kalau pertanyaan soal modal dan pemasaran tidak terjawab maka (profesi petani dan peternak) tidak akan jadi pilihan," ucap  saat ditemui di kantor pusat TaniHub di Jakarta Senin (14/10/2019)

Imam berharap dengan hadirnya startup seperti TaniHub bisa menjawab soal problematika pemodalan dan pemasaran. 

Saat ini TaniFund memiliki 75 kelompok petani binaan yang terdiri dari 30-50 orang petani setiap kelompoknya. Di tahun 2020 TaniFund menargetkan bisa menghimpun 100 kelompok petani.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X