Jonan Minta PLN Turunkan Penggunaan BBM untuk Pembangkit

Kompas.com - 14/10/2019, 19:30 WIB
Menteri ESDM Ignasius Jonan di Jakarta, Rabu (4/9/2019). KOMPAS.com/AKHDI MARTIN PRATAMAMenteri ESDM Ignasius Jonan di Jakarta, Rabu (4/9/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan meminta PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) mengurangi penggunaan Bahan Bakar Minyak ( BBM) untuk kebutuhan pembangkit listriknya.

Bahkan, Jonan meminta PLN dalam lima tahun ke depan komposisi penggunaan BBM untuk kebutuhan pembangkit listrik hanya 2 persen.

“Saya minta kepada PLN coba tahun depan kalau buat RUPTL itu kan tahun ini (dalam) lima tahun (penggunaan BBM) 4 persen. Saya bilang cobalah dalam lima tahun targetnya jangan 4 persen (penggunaan) minyak diesel, tapi 2 persen lah, dipotong separuh,” ujar Jonan di Jakarta, Senin (14/10/2019).

Jonan menyarankan, untuk merealisasikan hal tersebut PLN harus menggunakan pembangkit listrik hybrid. Dengan begitu, konsumsi BBM untuk pembangkit listriknya bisa menurun.

Baca juga: Genjot Elektrifikasi NTT, PLN Tambah 5 PLTS

“Ya buat hybrid. PLTS campur mesin diesel. Atau PLT kecil campur mesin diesel atau biomasa, atau PLTMH yang kecil-kecil di pulau-pulau. Mestinya bisa,“ kata Jonan.

Mantan Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) itu menambahkan, pengurangan penggunaan BBM tersebut bisa mengurangi porsi impornya. Dengan begitu, diharapkan neraca dagang Indonesia tak tekor lagi.

“Supaya impor BBM-nya berkurang,” kata Jonan.

Dalam RUPTL PLN 2019-2028, Kementerian ESDM telah menginstruksikan kepada perusahaan plat merah itu agar terus mendorong pengembangan energi terbarukan.

Baca juga: Pertamina dan PLN Patungan Garap Bisnis Listrik dari Energi Terbarukan

Di mana, target penambahan pembangkit listrik dari energi terbarukan sebesar 16.714 MW. Hal itu dilakukan untuk mencapai target bauran EBT minimum 23 persen pada 2025.

Selain itu, penggunaan teknologi pembangkit listrik yang ramah lingkungan terus didorong pemanfaatannya. Hal ini dilakukan antara lain dengan mendorong penerapan teknologi PLTU Clean Coal Technology (CCT).

Terkait penggunaan BBM untuk pembangkit listrik, dibatasi maksimal 0,4 persen mulai 2025 yang digunakan hanya untuk daerah perdesaan dan kawasan 3T (Terdepan, Tertinggal, dan Terluar).

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X