Menteri Jonan: 1.000 Kecamatan di Indonesia Belum Mempunyai SPBU

Kompas.com - 14/10/2019, 19:52 WIB
Ilustrasi: SPBU di Jayapura. KOMPAS.COM/DHIAS SUWANDIIlustrasi: SPBU di Jayapura.

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengatakan, Indonesia masih kekurangan stasiun pengisian bahan bakar umum ( SPBU). Terutama di wilayah 3 T (terdepan, terluar, tertinggal).

Sehingga, masyarakat di wilayah 3 T belum bisa menikmati BBM dengan harga yang sama di masing-masing daerahnya. Atas dasar itu, pemerintah akan membangun 500 SPBU penyalur BBM satu harga di seluruh wilayah Indonesia.

“Sebanyak 1.000 kecamatan di Indonesia dari 7.500 (kecamatan) tidak punya SPBU resmi," ujar Jonan di Jakarta, Senin (14/10/2019).

Baca juga : Selain Pertamina, Kini Ada SPBU BP di Tol Cipularang

Jonan menambahkan, sejak 2017 pemerintah telah membangun 170 titik lokasi penyalur BBM satu harga. Dalam lima tahun ke depan, jumlah penyalur BBM satu harga tersebut akan ditingkatkan.

“Makanya saya usulkan ke Pak Presiden nanti sampai 2024, dalam 5 tahun ke depan harus bangun lagi minimal 330. Jadi total 500,” kata Jonan.

Jonan mengklaim realisasi pembangunan lokasi penyalur BBM satu harga itu telah melampaui target yang dicanangkan.

“Arahan presiden 160 titik dalam 3 tahun, sejak 2017, 2018, 2019. Kami berhasil membangun 170 titik, artinya 170 kecamatan,” ucap dia.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku
Komentar


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X