Jonan: RI Negara Katulistiwa, Tapi Enggak Punya PLTS Besar

Kompas.com - 14/10/2019, 20:47 WIB
Panel surya di PLTS Daruba saat kunjungan Kamis (26/4/2018) KOMPAS.com/Yoga Hastyadi WidiartantoPanel surya di PLTS Daruba saat kunjungan Kamis (26/4/2018)

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan menilai Indonesia masih kekurangan pembangkit listrik yang berasal dari energi baru terbarukan.

Dia mengaku heran dengan hal tersebut. Padahal, Indonesia merupakan negara yang sumber dayanya melimpah jika bisa dikonversikan untuk energi terbarukan.

“Ini (Indonesia) negara katulistiwa, tapi enggak punya PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Surya) besar, ini agak lucu,” ujar Jonan di Jakarta, Senin (14/10/2019).

Atas dasar itu, Jonan menginginkan agar penggunaan energi baru terbarukan bisa ditingkatkan lagi. Pemerintah sendiri menargetkan penggunaan energi baru terbarukan sebesar 23 persen hingga 2025.

Baca juga : Genjot Elektrifikasi NTT, PLN Tambah 5 PLTS

“Tantangan ke depan bagaimana menggunakan energi baru terbarukan itu dengan harga yang bisa terjangkau. Itu yang penting ya,” kata Jonan.

Jonan menuturkan, dengan penggunaan energi baru terbarukan tersebut maka pembangkit listrik yang menggunakn fosil bisa dikurangi.

“Kenapa kita harus banyak gunakan renewable (energy)? Supaya energi fosilnya dan kendarasn listrik itu impor BBM kurang,” ucap dia.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X