Alami Retakan, Kemenhub Larang Terbang 3 Pesawat Garuda dan Sriwijaya

Kompas.com - 15/10/2019, 13:42 WIB
TANGERANG, 20/10 - PESAWAT BARU GARUDA. Pesawat terbaru Garuda Indonesia Boing 737 - 800 NG series ke- 123 tiba dari Seattle Amerika Serikat di Bandara Soekarno - Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (20/10). Pesawat untuk tujuan domestik dan regional itu dilengkapi dengan teknologi Boing Sky Interior pada pencahayaan di kabin serta menggunakan kain bercorak batik pada bangku dan bambu pada setiap partisi di pesawat. 

Antara/Muhammad Deffa
20-10-2011 MUHAMMAD DEFFATANGERANG, 20/10 - PESAWAT BARU GARUDA. Pesawat terbaru Garuda Indonesia Boing 737 - 800 NG series ke- 123 tiba dari Seattle Amerika Serikat di Bandara Soekarno - Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (20/10). Pesawat untuk tujuan domestik dan regional itu dilengkapi dengan teknologi Boing Sky Interior pada pencahayaan di kabin serta menggunakan kain bercorak batik pada bangku dan bambu pada setiap partisi di pesawat. Antara/Muhammad Deffa 20-10-2011

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Perhubungan ( Kemenhub) melarang terbang atau grounding tiga pesawat jenis Boeing 737 NG yang dioperasikan maskapai Indonesia.

Tiga pesawat itu ialah satu milik Garuda Indonesia dan dua milik Sriwijaya Air.

Tiga pesawat itu dilarang terbang setelah ditemukan adanya retakan di tubuh pesawat milik kedua maskapai tersebut.

Direktur Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKPPU) Avirianto mengatakan, terdapat crack di salah satu dari tiga pesawat B737NG milik Garuda Indonesia yang berumur melebihi 30.000 FCN dan terdapat crack di dua pesawat B737NG milik Sriwijaya Air dari lima pesawat yang berumur lebih dari 30.000 FCN.

Baca juga: Ada Retakan, Boeing Menginspeksi Semua Pesawat 737 NG di Seluruh Dunia

Pengoperasian tiga pesawat B737NG yang ditemukan crack atau retakan diberhentikan sampai menunggu rekomendasi lebih lanjut dari pihak Boeing.

“Selanjutnya DKPPU meminta operator yang mengoperasikan B737NG, yaitu Garuda Indonesia, Lion Air, Batik Air, dan Sriwijaya Air, untuk memasukkan pemeriksaan atau inspeksi sesuai DGCA AD 19-10-003 ke dalam Maintenance Program dengan interval rutin setiap 3500 Flight Cycle (FC),” ujar Avirianto dalam keterangan tertulis, Selasa (15/10/2019).

Avirianto menambahkan, pihaknya telah memerintahkan operator penerbangan yang mengoperasikan pesawat B737NG agar segera melakukan instruksi sesuai Airworthiness Directive.

Instruksi tersebut berupa B737NG dengan umur akumulasi lebih dari 30.000 FCN wajib melakukan pemeriksaan tidak lebih dari 7 hari sejak 11 Oktober 2019.

Baca juga: Bos Garuda Pastikan 12 Pesawat Sriwijaya Aman Ditumpangi

Lalu, B737NG dengan umur akumulasi lebih dari 22.600 FCN wajib melakukan pemeriksaan tidak lebih dari 1.000 FCN sejak 11 Oktober 2019.

Kemudian akan dilakukan pemeriksaan kembali setiap 3.500 FCN secara berulang.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X