CNAF Bakal Rambah Layanan Digital Tahun Ini

Kompas.com - 15/10/2019, 15:36 WIB
Presiden Direktur CNAF Ristiawan Suherman memaparkan realisasi penyaluran pembiayaan CNAF per September 2019 di Jakarta, Selasa (15/10/2019). KOMPAS.com/FIKA NURUL ULYAPresiden Direktur CNAF Ristiawan Suherman memaparkan realisasi penyaluran pembiayaan CNAF per September 2019 di Jakarta, Selasa (15/10/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - PT CIMB Niaga Auto Finance (CNAF) berencana mengubah layanannya dari tradisional menjadi berbasis digital sebelum tahun 2019 berakhir.

Hal tersebut dia lakukan untuk bertahan di tengah tantangan pasar ke depan, mengingat ekonomi dunia sedang sulit-sulitnya.

"Tahun depan tantangannya cukup meningkatkan adrenalin industri. Lumayan menantang khususnya bagi industri multifinance. Kompetisi di digitalisasi tidak bisa tidak kita ikuti," kata Presiden Direktur CNAF Ristiawan Suherman di Jakarta, Selasa (15/10/2019).

Pria yang kerap disapa Aris itu mengatakan, wujud konkret perambahan digitalisasi CNAF berupa peluncuran platform digital dalam waktu dekat ini.

"Dalam waktu cepat kita akan meluncurkan platform digital, dan banyak mengubah sistem kita. Mungkin nanti kita akan punya aplikasi baru, digital platform web yang baru, dan digital proses yang baru," papar Aris.

Sayangnya, Aris belum mau mengungkapkan besaran investasi yang telah disiapkan CNAF. Tapi dia bilang sekelas CNAF yang memiliki aset diantara Rp 2,5 triliun hingga Rp 5 triliun, besaran investasi digitalisasi akan sangat signifikan.

"Lagipula dari seluruh investasi di tahun 2019 dan pencadangan di 2020, kita akan banyak arahkan ke digital," ungkap dia.

Garap Segmen Milenial

Aris mengatakan, merambah ke platform digital merupakan caranya menggarap segmen milenial. Milenial yang terbiasa dengan gadget hampir 4-5 jam per hari akan tertarik dengan layanan yang bakal diluncurkan tersebut.

"Kita tahu sobat milenial tidak mau banyak berinteraksi dengan banyak orang. Aplikasi ini menjadikan wujud konkret kita untuk bisa berintekraksi melayani segmen milenial. Simpel," ucap Aris.

Selain itu dia bilang, digitalisasi akan mengefisiensikan biaya yang dikeluarkan perusahaan. Salah satu contohnya, perusahaan tidak perlu mengeluarkan banyak kertas yang kerap menjadi andalan layanan tradisional.

"Artinya sama saja kita mengurangi pohon yang ditebang. Kita akan memperkuat cross selling di digitalisasi, sekaligus meningkatkan consumer experience dan komunikasi dua arah," tutur Aris.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X