KKP Kembali Tangkap Kapal Illegal Fishing asal Vietnam dan Malaysia

Kompas.com - 15/10/2019, 19:09 WIB
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Agus Suherman menggelar jumpa pers di Kantor KKP di Jakarta, Selasa (15/10/2019) Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Agus Suherman menggelar jumpa pers di Kantor KKP di Jakarta, Selasa (15/10/2019)

JAKARTA, KOMPAS.com - Kapal Pengawas Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berhasil menangkap dua kapal perikanan asing (KIA)

Kapal tersebut ditangkap pada 13 dan 14 Oktober 2019. Kedua kapal tersebut terdiri dari satu KIA berbendera Vietnam dan satu KIA berbendera Malaysia.

“Dalam penangkapan kapal tersebut juga berhasil diamankan 14 (empat belas) orang awak kapal berkewarganegaraan Vietnam bersama alat tangkap terlarang pair trawl”, ucap Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Agus Suherman di Kantor KKP di Jakarta Selasa (15/10/2019).

Baca juga : Susi Ungkap Kuatnya Lobi Pemain Illegal Fishing, Bagaimana Ceritanya?

Penangkapan KIA Vietnam terjadi di perairan Zona Ekonomi Ekslusif (ZEEI) Laut Natuna Utara Kepulauan Riau pada Minggu (13/10/19).

Kapal dengan nama KG 94626 TS (58 GT) ditangkap oleh Kapal pengawas Perikanan (KP) Hiu 11 yang dinakhodai Capt. Mohammad Slamet pada jam 15.20 WIB.

Selanjutnya Agus menyampaikan penangkapan tersebut bermula dari deteksi awal pada 11 dan 12 Oktober 2019 melalui operasi pemantauan udara (air surveillance) yang berhasil mendeteksi adanya KIA Vietnam sedang beroperasi di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPP-NRI) 711.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Atas dasar hasil pemantauan udara tersebut, tiga kapal pengawas perikanan, KP Orca 01, KP Orca 03, dan KP Hiu 11 bergerak menuju lokasi untuk melakukan pencegatan atas KIA Vietnam yang terdeteksi melakukan kegiatan penangkapan secara ilegal di perairan Indonesia.

Kemudian, pada 13 Oktober 2019 sekitar pukul 14.30 WIB, KP. Hiu 11 berhasil melakukan deteksi secara visual atas satu KIA Vietnam KG. 94626 TS, dan kemudian dilakukan prosedur penghentian, pemeriksaan, dan penahanan (henrikhan).

Sementara itu, penangkapan atas satu KIA Malaysia dilakukan oleh KP. Orca 01 yang dinakhodai Capt. Priyo Kurniawan pada tanggal 14 Oktober 2019, yang juga sedang melakukan illegal fishing di WPP-NRI 711. Kapal dengan nama JHF 6388 TU2 (34 GT) dan awak kapal satu orang diduga berkewarganegaraan Laos.

Kapal Malaysia tersebut dideteksi pertama secara visual oleh KP. Orca 01 pada hari yang sama pukul 09.10 WIB berada di dalam garis Batas Landas Kontinen (BLK) Indonesia. Selanjutnya dilakukan pengejaran oleh KP. Orca 01 dan tertangkap pada pukul 09.26 WIB.

Kedua kapal ditangkap karena diduga melakukan penangkapan ikan di perairan Indonesia tanpa izin. Selanjutnya, kedua kapal beserta awaknya dibawa ke pangkalan PSDKP Batam, Kepulauan Riau.

“Untuk proses penyidikan akan dilakukan oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Perikanan Pangkalan PSDKP Batam, dan sesuai Undang-undang Perikanan pelaku dapat diancam dengan pidana penjara paling lama enam tahun dan denda paling banyak Rp20 miliar”, tambah Agus Suherman.

Penangkapan tersebut menambah jumlah KIA yang ditangkap oleh KKP karena melakukan illegal fishing di perairan Indonesia. Selama 2019, sejumlah 51 KIA yang terdiri dari 20 Malaysia, 19 Vietnam, 11 Filipina, dan 1 Panama berhasil ditangkap oleh armada kapal pengawas perikanan KKP.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kepala BKPM Sebut Realisasi Investasi di Luar Jawa Melaju Lebih Kencang

Kepala BKPM Sebut Realisasi Investasi di Luar Jawa Melaju Lebih Kencang

Whats New
Mendag: Produk Isopropyl Alcohol Indonesia Siap Bersaing di Negeri Bollywood

Mendag: Produk Isopropyl Alcohol Indonesia Siap Bersaing di Negeri Bollywood

Rilis
Apa Itu Suspend, Trading Halt, dan Auto Reject pada Investasi Saham?

Apa Itu Suspend, Trading Halt, dan Auto Reject pada Investasi Saham?

Spend Smart
Buka-Bukaan Dirut Garuda Indonesia soal Isu Bakal Diganti Pelita Air

Buka-Bukaan Dirut Garuda Indonesia soal Isu Bakal Diganti Pelita Air

Whats New
Tax Holiday Akan Berbenturan dengan Pajak Global Minimum, Apa Strategi Pemerintah?

Tax Holiday Akan Berbenturan dengan Pajak Global Minimum, Apa Strategi Pemerintah?

Whats New
LPS: Kami Hindari Keterlambatan Penurunan Tingkat Bunga Penjaminan

LPS: Kami Hindari Keterlambatan Penurunan Tingkat Bunga Penjaminan

Whats New
Lewat BLFC, Bayer Berupaya Cetak Wirausahawan Desa

Lewat BLFC, Bayer Berupaya Cetak Wirausahawan Desa

Smartpreneur
Disebut Liburan Keluarga ke New York Pakai Fasilitas Kantor, Dirut Garuda Dilaporkan ke Erick Thohir

Disebut Liburan Keluarga ke New York Pakai Fasilitas Kantor, Dirut Garuda Dilaporkan ke Erick Thohir

Whats New
Standard Chartered Gandeng Kredivo untuk Salurkan Kredit

Standard Chartered Gandeng Kredivo untuk Salurkan Kredit

Rilis
Beli Sekarang, Tahun Depan PPN dan Harga-Harga Naik!

Beli Sekarang, Tahun Depan PPN dan Harga-Harga Naik!

Whats New
Cara Membuat Paspor Dalam Waktu Satu Hari

Cara Membuat Paspor Dalam Waktu Satu Hari

Whats New
Dirut Bantah Ada Pembahasan dengan Pemerintah untuk Pailitkan Garuda Indonesia

Dirut Bantah Ada Pembahasan dengan Pemerintah untuk Pailitkan Garuda Indonesia

Whats New
Mengenal Shopee PayLater: Bunga, Skema Cicilan, dan Dendanya

Mengenal Shopee PayLater: Bunga, Skema Cicilan, dan Dendanya

Spend Smart
Ma'ruf Amin: Pertumbuhan Keuangan Syariah Lebih Cepat ketimbang Konvensional

Ma'ruf Amin: Pertumbuhan Keuangan Syariah Lebih Cepat ketimbang Konvensional

Whats New
PLN Buka Peluang Kerja Sama Bisnis ‘Pom Bensin’ Mobil Listrik

PLN Buka Peluang Kerja Sama Bisnis ‘Pom Bensin’ Mobil Listrik

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.