Kabinet Baru Jokowi, Ini Kriteria Menteri dari Dunia Usaha

Kompas.com - 16/10/2019, 09:55 WIB
Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) berfoto bersama anggota Kabinet Kerja di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (27/10/2014). Para menteri yang memperkuat Kabinet Kerja pemerintahan Jokowi-JK secara resmi dilantik. TRIBUN NEWS / DANY PERMANAPresiden Joko Widodo (Jokowi) bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) berfoto bersama anggota Kabinet Kerja di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (27/10/2014). Para menteri yang memperkuat Kabinet Kerja pemerintahan Jokowi-JK secara resmi dilantik.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kamar Dagang dan Industri ( Kadin) Indonesia yang mewakili dunia usaha, meminta Presiden Joko Widodo memilih menteri sesuai kreteria para pengusaha.

Menurut Ketua Umum Kadin Rosan Roeslani, kriteria pertama menteri dari dunia usaha yakni handal berkomunikasi atau komunikatif.

"Tentunya (kriteria) dari dunia usaha adalah menteri-menteri yang mudah diajak berkomunikasi," ujarnya kepada Kompas.com, Jakarta, Rabu (16/10/2019).

Rosan mengatakan, pengusaha sangat membutuhkan sosok menteri yang komunikatif karena akan lebih mudah diajak bicara terkait kebijakan yang terkait dengan dunia usaha.

Baca juga : Survei: Mayoritas Investor Ogah Tim Ekonomi Kabinet Jokowi Diisi Politisi

Kedua, kata Rosan, kriteria menteri dari dunia usaha yakni menteri-menteri yang mau dan rajin berdialog dengan para pengusaha.

Dunia usaha ingin agar suaranya lebih di dengar oleh pemerintah.

"Selalu mengadakan pertemuan secara regular dengan dunia usaha sehingga masukan dan inputan dari dunia usaha dapat dijadikan pertimbangan dalam setiap mengambil kebijakan terutama kebijakan yang menyangkut dunia usaha," kata dia.

Sebelumnya, para investor menginginkan tim ekonomi kabinet Jokowi-Ma'ruf Amin diisi oleh kalangan profesional. Begitu hasil survei Katadata Insight Center yang dirilis pada Kamis (25/7/2019).

Menurut CEO Katadata.co.id Metta Dharmasaputra, presentase responden investor yang ingin kabinet Jokowi-Ma'ruf Amin diisi profesional mencapai 65 persen responden.

"Hanya 3 persen investor institusi yang menilai tim ekonomi ideal jika diisi oleh politisi," ujarnya di Jakarta.

Selama ini menteri dari partai politik diidentikkan dengan kepentingan. Sementara itu kata dia, investor khawatir masuknya kepentingan bisa menimbulkan distorsi dalam pengambilan keputusan.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku
Komentar


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X