Menko Darmin: Target 60 Persen KUR Sektor Produktif Tahun Ini Sulit Tercapai

Kompas.com - 16/10/2019, 13:13 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Selasa (22/1/2019). Kompas.com/Mutia FauziaMenteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Selasa (22/1/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Darmin Nasution mengatakan target 60 persen Kredit Usaha Rakyat ( KUR) di sektor produktif tahun ini sulit tercapai. 

Adapun target 60 persen itu ditingkatkan dari 50 persen tahun lalu, dan 40 persen pada tahun-tahun sebelumnya.

Tujuannya, agar Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di sektor produktif bisa mengaksesnya dan meningkatkan ekonomi nasional.

"Sebenarnya tahun ini (target) 60 persen. Tapi saya melihat mulai enggak tercapai ini targetnya," kata Darmin Nasution di Jakarta, Rabu (16/10/2019).

Darmin menuturkan, untuk memperbaiki hal itu, pemerintah perlu memperluas sektor kegiatannya, utamanya di sektor jasa. Sebab, menurutnya, sektor jasa dan busana memiliki peranan besar bagi industri ekspor Indonesia.

Baca juga: Penyaluran KUR Hingga Mei 2019 Didominasi Kredit ke UMKM

"Berarti kita sudah harus masuk ke dalam sektor jasa, bukan hanya perikanan dan pertanian saja. Sektor jasa seperti produksi busana berperan memajukan ekspor," ucap Darmin.

Selain itu, kelompokkan kegiatan produksi sesuai klasternya. Pengelompokan sesuai klaster akan membuat usaha lebih kuat di pasar. Sebab, dilatih oleh offtaker (pembina/mentor) yang mumpuni di sektor produktif.

Terlebih, kesulitan mencapai target sebesar 60 persen tahun ini salah satunya disebabkan oleh banyaknya kegiatan produksi yang bergerak sendiri-sendiri, bukan dikelompokkan sesuai klaster.

"Kalau dia klaster itu pasti lebih mudah mengurus itu. Kalau sendiri tidak begitu semangat dibanding dia yang mengurusi 100 orang yang menerima KUR. Dan tidak mudah membuat orang mau berkelompok," imbuh dia.

Sebagai informasi, realisasi penyaluran KUR dari Agustus 2015 hingga Agustus 2019 sebesar Rp 435,4 triliun dan diberikan kepada 17,5 juta debitur dengan NPL (non-performing loan/rasio kredit macet) terjaga di level 1,31 persen.

Baca juga: Topang Pariwisata Banyuwangi, Pemerintah Gelontor KUR Rp 279 Miliar

Tahun ini, pemerintah menargetkan penyaluran KUR mencapai Rp 140 triliun yang 60 persennya mesti diserap sektor produktif.

Namun, realisasi KUR baru di angka Rp 102 triliun yang diberikan kepada 3,4 juta debitur.

Sementara di bidang busana dan produk turunannya, realisasi penyaluran KUR sejak Januari-September 2019 sebesar Rp 1,13 triliun yang diberikan kepada 45.000 debitur.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X