KILAS

Mendes: Peningkatan Aktivitas Ekonomi Bisa Atasi Kemiskinan di Desa

Kompas.com - 16/10/2019, 13:32 WIB
Peluncuran dan bedah buku Rural Economics III: Menguatkan Pilar Ekonomi Desa bersama Menteri Desa, PDT dan Transmigrasi Eko P. Sandjojo di Balai Makarti Muktitama, Jakarta, Selasa (15/10/2019). 
Buku seri ke-3 dari Trilogi Rural Economics ini mengulas pemikiran Eko P. Sandjojo selama menjabat sebagai Menteri Desa, PDT, dan Transmigrasi.Foto: Matin/Kemendes PDTT Dok. Humas Kementerian DesaPeluncuran dan bedah buku Rural Economics III: Menguatkan Pilar Ekonomi Desa bersama Menteri Desa, PDT dan Transmigrasi Eko P. Sandjojo di Balai Makarti Muktitama, Jakarta, Selasa (15/10/2019). Buku seri ke-3 dari Trilogi Rural Economics ini mengulas pemikiran Eko P. Sandjojo selama menjabat sebagai Menteri Desa, PDT, dan Transmigrasi.Foto: Matin/Kemendes PDTT

KOMPAS.com – Menteri Desa (Mendes), Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (PDTT), Eko Putro Sandjojo mengungkapkan, persoalan besar yang menghambat pembangunan desa adalah kemiskinan karena aktivitas ekonomi rendah.

Eko menjelaskan, aktivitas ekonomi di desa rendah karena minimnya infrastruktur dasar, seperti jalan, listrik, hingga internet.

Desa itu miskin karena (produksi) tidak fokus pada produk tertentu dan tidak memenuhi skala ekonomi. Hasilnya biaya produksinya tinggi ditambah lagi tidak ada jalan, tidak ada infrastruktur,” terang Eko dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Rabu (16/10/2019).

Baca juga: Kisah Desa Sebangau Mulya 3 Tahun Cegah Karhutla dengan Dana Desa

Untuk mendorong aktivitas ekonomi desa tersebut, Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) menginisiasi program dana desa guna membantu peningkatan aktivitas ekonomi desa.

“Dengan adanya dana desa, infrastruktur sudah terbangun. Dari tahun 2015 hingga per juli 2019 saja sudah terbangun sepanjang 201.899 kilometer (Km) jalan desa. Belum lagi ribuan infrastruktur lainnya,” ungkapnya.

Menurut Eko, banyak hal yang telah dicapai program dana desa selama pelaksanaannya. Namun, dia tidak menampik jika masih banyak hal yang perlu dilakukan untuk pembangunan perdesaan di Indonesia.

“Paling penting adalah bagaimana kami menciptakan aktivitas ekonomi supaya kemiskinan berkurang, sehingga otomatis permasalahan lain juga akan berkurang,” kata Eko.

Baca juga: Warga Desa Siap-siap, Jokowi Sebut Dana Desa 2020 Capai Rp 72 Triliun

Hal tersebut dia sampaikan di sela-sela peluncuran buku karyanya yang berjudul Rural Ekonomics III: Menguatkan Pilar Ekonomi Desa, di Jakarta, Selasa (15/10/2019).

Buku tersebut merupakan buku ketiga Eko yang berisi buah pemikirannya selama menjadi Mendes PDDT.

"Buku ini adalah sharing (berbagi) bagaimana proses kami menciptakan aktivitas ekonomi di desa,” ungkapnya.

Selain buku ketiga, kedua buku sebelumnya juga bercerita pengalaman Eko dalam upayanya membangun desa-desa di Indonesia.

Baca juga: Silaturahim Kepala Desa, Mendes Apresiasi Kerja Keras Serap Dana Desa

Adapun buku seri pertama berjudul ‘Rural Ekonomics: Menggerakkan Roda Ekonomi Desa’, yang fokus membahas bahagimana tata kelola memiliki peran penting dalam pembangunan desa karena dana desa merupakan program baru.

Sementara itu, buku seri ke dua berjudul ‘Rural Ekonomics II: Meyakini Desa Mau dan Mampu Membangun’, lebih banyak membahas infrastruktur.

“Buku ketiga adalah bagaimana tentang pemberdayaan ekonomi di desa, karena infrastruktur sudah banyak,” ujar Eko. 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X