Tahun Depan, Kemendag Bakal Rampungkan 12 Perjanjian Dagang

Kompas.com - 16/10/2019, 15:33 WIB
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita dan Wakil Presiden Jusid Kalla ketika membuka acara Trade Expo Indonesua di ICE BSD, Tangerang, Rabu (16/10/2019). KOMPAS.COM/MUTIA FAUZIAMenteri Perdagangan Enggartiasto Lukita dan Wakil Presiden Jusid Kalla ketika membuka acara Trade Expo Indonesua di ICE BSD, Tangerang, Rabu (16/10/2019).

TANGERANG, KOMPAS.com - Kementerian Perdagangan (Kemendag) menargetkan bakal merampungkan 12 perjanjian perdagangan baik bilateral maupun regional.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan, beberapa perjanjian perdagangan yang ditargetkan bakal rampung di 2020 mendatang di antaranya adalah Regional Comprehensive Economic Partenership (RCEP), juga IEU-CEPA.

Selain itu, Enggar pun mengatakan, RI juga bakal melakukan perjanjian kerja sama dengan negara-negara perdagangan non tradisional seperti Bangladesh, negara kawasan Eurasia dan negara-negara Afrika.

"Kami targetkan 12 perjanjian perdagangan dapat selesai di tahun depan, termasuk RCEP dan IEU," ujar dia ketikia memberi paparan dalam Indonesia Trade Expo, di ICE BSD, Tangerang, Rabu (16/10/2019).

Baca juga: Kemendag Targetkan Ekspor Dekorasi Rumah Tembus Rp 520 Miliar

Enggar mengatakan, optimismenya tersebut didorong oleh kinerja kementeriannya yang dalam jangka wkatu tiga tahun telah mampu menyelesaikan 15 perjanjian perdagangan.

Dengan kian banyaknya perjanjian perdagangan tersebut, harapannya pasar ekspor Indonesia juga semakin luas.

Pemerintah tahun ini menargetkan ekspor non migas untuk tumbuh 9 persen tahun ini menjadi 175,8 miliar dollar AS dari yang sebelumnya sebesar 162,8 miliar dollar AS.

Enam faktor yang menjadi fokus untuk dikembangkan tahun ini adalah furniture dan produk kayu, makanan dan minuman, tekstil dan pakaian, juga otomotif, elektronik, dan kimia dasar.

"Di tengah melemahnya perekonomian dunia, Indonesia menargetkan pertumbuhan ekonomi 5,2 persen di tahun 2019 yang berbasis pada ekspor dan investasi," ujar Enggar.

Baca juga: Buka Trade Expo Indonesia, Wapres Ajak Mitra Dagang Kenali Potensi RI

Adapun dengan memperbanyak perjanjian perdagangan, Indonesia bisa mendapatkan bea masuk impor ke negara mitra dagang lebih rendah, sehingga harga produk Indonesia menjadi lebih kompetitif.

Selama 2016 hingga 2019, pemerintah telah menyelesaikan perdagangan bilateral dengan Korea, Italia, EFTA, Chili dan juga perjanjian regional dengan Hong Kong dan Jepang, dan beberapa perjanjian lain.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X