Startup Ini Tebar 1.000 Alat Pakan Otomatis ke Pembudidaya Ikan

Kompas.com - 16/10/2019, 19:13 WIB
Para Nelayan saat mengumpulkan hasil tangkapannya untuk didistribusikan kepada pembudidaya ikan, pasar, dan masyarakat. KOMPAS.com/FIKA NURUL ULYAPara Nelayan saat mengumpulkan hasil tangkapannya untuk didistribusikan kepada pembudidaya ikan, pasar, dan masyarakat.

JAKARTA, KOMPAS.com - Dalam meningkatkan dan membantu pemerintah, perusahaan rintisan ( startup) eFishery menyebarkan 1.000 eFishery SmartFeeder ke pembudidaya ikan dan udang di seluruh Indonesia.

Pemasaran 1.000 eFishery SmartFeeder ini dilakukan serentak di sepuluh kota di Indonesia.

eFishery SmartFeeder merupakan alat pemberi pakan otomatis atau feeder yang terhubung dengan aplikasi.
Dalam aplikasi ini, pengguna dapat mengatur frekuensi dan jadwal pemberian pakan serta takarannya.

Pembudidaya dapat mengunggah jumlah pakan yang digunakan ke server internet untuk referensi di masa depan.

“Pemasaran secara masif eFishery SmartFeeder ke pembudidaya ikan dan udang ini merupakan bentuk dukungan kami untuk membangun industri pangan dunia dengan teknologi,” ujar CEO eFishery Gibran Huzaifah dalam keterangannya, Rabu (16/10/2019).

Baca juga: Bantu Pembudidaya, Startup Ini Luncurkan Platform Jual Beli Ikan Segar

Dengan pemberian pakan yang terjadwal dan dengan ‘dosis’, lanjut Gibran, eFishery telah terbukti dapat menurunkan jumlah pakan yang dibutuhkan untuk menghasilkan satu kilogram daging yang disebut Food Conversion Ratio (FCR) hingga 24 persen. Dengan kata lain, penggunaan pakan menjadi lebih efisien.

"Ini merupakan salah satu upaya eFishery untuk menggunakan data yang didapatkan untuk membuat layanan yang membantu petani ikan dengan lebih maju. Ke depannya eFishery akan terus berupaya menyediakan layanan lainnya dengan memanfaatkan data dan teknologi,” kata Gibran.

Saat ini, sektor perikanan dan budidaya ikan di Indonesia tengah berkembang. Bahkan, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menargetkan Nilai Tukar Nelayan dan Pembudidaya Ikan Nasional pada 2020 mencapai angka 115.

Selain itu, konsumsi ikan sebesar 56,39 kg per kapita, nilai ekspor hasil perikanan sebesar 5,98 miliar dollar AS, dan jumlah kawasan konservasi perairan seluas 22,27 juta hektare pada 2020.

Baca juga: Intip Peluang Bisnis di Sektor Perikanan

eFishery memulai bisnisnya dari aplikasi serta IoT (internet of things) yang membantu para pembudidaya untuk memberi pakan secara lebih efisien. Dengan aplikasi dan IoT ini, eFishery bisa mendapatkan berbagai macam data yang ada di petani.

Teknologi ini sudah diimplementasikan dan digunakan di ribuan kolam dan oleh ratusan kelompok pembudidaya ikan di 22 provinsi di seluruh Indonesia.

Dengan teknologi ini, petani bisa mendapatkan pembeli dengan harga yang lebih tinggi dan para pemilik usaha kuliner bisa lebih mudah mendapatkan bahan baku ikan segar.

 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku
Komentar


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X