BKPM: 5 Tahun Terakhir, Investasi Asing ke Indonesia Positif

Kompas.com - 17/10/2019, 13:41 WIB
Kepala BKPM Thomas Lembong di kantor BKPM, Jakarta, Selasa (17/6/2019). KOMPAS.com/AMBARANIE NADIA KEMALAKepala BKPM Thomas Lembong di kantor BKPM, Jakarta, Selasa (17/6/2019).

 

TANGERANG, KOMPAS.com - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal ( BKPM), Thomas Trikasih Lembong mengungkapkan, capaian Indonesia di bidang investasi cukup baik pada pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla.

Aliran dana investasi ke Indonesia menunjukkan tren yang terbilang positif dari waktu ke waktu.

"Saya beberapa hari ini cukup banyak merenungkan prestasi pencapaian lima tahun maupun juga kegagalan, kekeliruan, PR (pekerjaan rumah) yang masih ada tentunya tidak sedikit," kata Thomas dalam acara Trade, Tourism, And Investment (TTI) Forum di Tangerang, Kamis (17/10/2019).

Menurut Thomas, sejak beberapa tahun terakhir, kondisi ekonomi global menunjukkan gejolak yang tak pasti dan tentu memberikan dampak signifikan termasuk pada sektor investasi. Hal ini tentu menjadi salah satu kesulitan untuk meningkatkan nilai investasi bagi Indonesia.

"Mengingat lima tahun terakhir kondisi global cukup sulit, saya sebenarnya cukup puas. Lumayan lah dengan prestasi-prestasi kita," ujarnya.

Baca juga: BKPM: Indonesia Masuk 5 Besar Destinasi Investasi Dunia

Dia menilai, saat ini Indonesia sudah dilirik sebagai salah satu destinasi investasi karena sejumlah keunggulan maupun potensi. Baik potensi sumber daya alam (sdm) hingga infrastruktur yang sudah mumpuni.

"Di era presiden Jokowi, kita melanjutkan perjalanan dari sebelumnya di bawah peringkat layak investasi, sekarang masuk kategori sangat solid. Kita satu tingkat di atas batas minimum," tambahnya.

Ia menuturkan, berdasarkan sejumlah survei membuktikan bahwa Indonesia menjadi negara sasaran atau destinasi investasi dari sejumlah negara. Bahkan posisi Indonesia selalu masuk sepuluh besar.

"Hampir semua survei, Indonesia selalu masuk top 5 destinasi investasi di dunia yang paling prospek," sebutnya.

Meskipun demikian, Thomas berpendapat masih banyak hal yang perlu dibenahi untuk mendongkrak nilai investasi yang akn ditanamkan para investor di Indonesia. Ini antara lain regulasi, proses izin, dan lainnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ganti Nama Jadi Telkom Indonesia, Ini Alasan TLKM

Ganti Nama Jadi Telkom Indonesia, Ini Alasan TLKM

Whats New
Mau Berbisnis? Simak Tips Ala Bos SayurBox dan BLP Ini

Mau Berbisnis? Simak Tips Ala Bos SayurBox dan BLP Ini

Smartpreneur
Cara Mudah Memilih Reksadana untuk Pemula

Cara Mudah Memilih Reksadana untuk Pemula

Earn Smart
[POPULER MONEY] Keponakan Prabowo Tunjuk Hotman Paris soal Ekspor Benur | BCA Minta Maaf Layar ATM Bisa Ditonton

[POPULER MONEY] Keponakan Prabowo Tunjuk Hotman Paris soal Ekspor Benur | BCA Minta Maaf Layar ATM Bisa Ditonton

Whats New
Pusaran Ekspor Benur, Bantahan Hashim Djojohadikusumo hingga Respons Susi Pudjiastuti

Pusaran Ekspor Benur, Bantahan Hashim Djojohadikusumo hingga Respons Susi Pudjiastuti

Whats New
Ini 5 Keuntungan Mendirikan CV Dibandingkan PT

Ini 5 Keuntungan Mendirikan CV Dibandingkan PT

Work Smart
Turun Rp 1.000, Ini Rincian Harga Emas Antam 0,5 Gram hingga 1 Kg Terbaru

Turun Rp 1.000, Ini Rincian Harga Emas Antam 0,5 Gram hingga 1 Kg Terbaru

Whats New
Ajukan Perubahan Nama di Bursa Efek Indonesia, Ini Alasan Telkom

Ajukan Perubahan Nama di Bursa Efek Indonesia, Ini Alasan Telkom

Whats New
Luhut: Jepang Bakal Investasi Rp 57 Triliun buat Lembaga Pengelola Investasi Indonesia

Luhut: Jepang Bakal Investasi Rp 57 Triliun buat Lembaga Pengelola Investasi Indonesia

Whats New
Rincian Terbaru Harga Emas Batangan 0,5 Gram hingga 1 Kg di Pegadaian

Rincian Terbaru Harga Emas Batangan 0,5 Gram hingga 1 Kg di Pegadaian

Spend Smart
Hashim Soal Kasus Korupsi Benur: Partai Gerindra Tidak Suka Monopoli

Hashim Soal Kasus Korupsi Benur: Partai Gerindra Tidak Suka Monopoli

Whats New
Hentikan Ekspor Benur, Susi Pudjiastuti: Rasanya Tidak Mungkin Berhasil...

Hentikan Ekspor Benur, Susi Pudjiastuti: Rasanya Tidak Mungkin Berhasil...

Whats New
Harga Emas Akhirnya Turun Setelah 3 Hari Berturut-turut Naik

Harga Emas Akhirnya Turun Setelah 3 Hari Berturut-turut Naik

Whats New
Adik Prabowo Duga Ada Motif Politik dalam Kasus Korupsi Ekspor Benur

Adik Prabowo Duga Ada Motif Politik dalam Kasus Korupsi Ekspor Benur

Whats New
Disebut Hashim Kebijakan Lobsternya Keliru, Ini Respons Susi Pudjiastuti

Disebut Hashim Kebijakan Lobsternya Keliru, Ini Respons Susi Pudjiastuti

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X