Milenial, Ini Sebabnya Saham Harus Disertakan dalam Portofolio Kamu

Kompas.com - 18/10/2019, 08:43 WIB
Suasana Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (1/7/2018). IHSG dibuka pada 6.381,18 naik 22,56 poin dibandingkan penutupan perdagangan Jumat lalu. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGSuasana Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (1/7/2018). IHSG dibuka pada 6.381,18 naik 22,56 poin dibandingkan penutupan perdagangan Jumat lalu.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kebutuhan setiap manusia berbeda-beda. Kebutuhan itu bisa semakin banyak sejalan dengan usia. Apalagi, ada masa yang perlu Anda tanggung sendiri, seperti masa pensiun saat Anda tidak memiliki pendapatan produktif.

Untuk itulah diperlukan investasi. Investasi merupakan bentuk lanjutan dari menabung yang kerap diajarkan orang tua kepada anaknya.

Memulai investasi, tentu bingung mana instrumen yang mesti Anda pilih. Alih-alih bingung, baiknya taruhlah portofolio Anda di beberapa instrumen investasi.

Baca juga: Jadi Miliarder Baru RI karena Harga Saham Melonjak, Siapa Nico Po?

Nah, salah satu instrumen yang mesti Anda pertimbangkan adalah saham. Kenapa? Karena ada beberapa keuntungan yang bisa Anda dapatkan dengan berinvestasi saham, antara lain:

1. Imbal hasil tinggi

Sudah bukan rahasia lagi rasanya bila saham memberikan imbal hasil tinggi. Bahkan, imbal hasilnya lebih tinggi dari inflasi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Yang paling tepat itu salah satunya ke saham. Produk yang satu ini menjanjikan imbal hasil yang tinggi dibanding inflasi," kata Deputi Direktur Literasi dan Informasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Greta Joice Siahaan di Jakarta, Kamis (17/10/2019).

Kendati demikian, Anda harus sadari risiko berinvestasi saham cukup tinggi. Namun hal ini masih wajar mengingat tidak ada investasi yang tidak berisiko.

"Jangan bilang tinggi kalau belum dipelajari. Semua investasi itu berisiko," kata Greta.

Baca juga: Ingin Cuan di Tengah Ancaman Resesi, Simak Tips dari Lo Kheng Hong

2. Pendapatan pasif

Saham bisa termasuk dalam pendapatan pasif (passive income). Sebab, Anda tidak perlu bekerja dari pagi hingga malam. Pergerakan saham sendiri berbanding lurus dengan keadaan pasar.

"Dia passive income. Kita enggak perlu kerja nine to five. Diamkan saja atau iseng-iseng trading," katanya.

3. Tidak perlu modal besar

Era digital membuat segalanya bertransformasi, tidak terkecuali instrumen investasi. Bila dahulu berinvestasi saham membutuhkan modal besar, sekarang Anda bisa mengaksesnya dengan harga terjangkau.

"Sekarang Rp 100.000 saja sudah bisa. Enggak perlu ratusan atau puluhan juta lagi. Sekarang zamannya udah beda, orang semakin mudah mengakses apapun," sebut dia.

Baca juga: 5 Produk Reksadana Saham dengan Imbal Hasil Tertinggi

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sri Mulyani: Indonesia Sudah Dikenal Jadi Penerbit Sukuk Terbesar

Sri Mulyani: Indonesia Sudah Dikenal Jadi Penerbit Sukuk Terbesar

Whats New
Kerjasama Smesco Indonesia dan Kimia Farma Bukukan Penjualan Produk UMKM Rp 3 Miliar

Kerjasama Smesco Indonesia dan Kimia Farma Bukukan Penjualan Produk UMKM Rp 3 Miliar

Rilis
Periode Libur Nataru, Ini Syarat Perjalanan Sopir Angkutan Logistik

Periode Libur Nataru, Ini Syarat Perjalanan Sopir Angkutan Logistik

Whats New
Kementan Pastikan Ketersediaan Pangan Aman Saat Nataru

Kementan Pastikan Ketersediaan Pangan Aman Saat Nataru

Whats New
Widodo Makmur Perkasa Tetapkan Harga IPO Rp 160, Incar Dana Segar Rp 707,04 Miliar

Widodo Makmur Perkasa Tetapkan Harga IPO Rp 160, Incar Dana Segar Rp 707,04 Miliar

Rilis
Kementan Optimalkan Pasar Mitra Tani untuk Amankan Pasokan Bahan Pokok Jelang Natal dan Tahun Baru

Kementan Optimalkan Pasar Mitra Tani untuk Amankan Pasokan Bahan Pokok Jelang Natal dan Tahun Baru

Rilis
APLN Bayarkan Kupon Obligasi Global Senilai 300 Juta Dollar AS

APLN Bayarkan Kupon Obligasi Global Senilai 300 Juta Dollar AS

Rilis
Bangkitkan Jiwa Kreativitas Masyarakat Indonesia, Jenius Gelar Co.Creation Week 2021

Bangkitkan Jiwa Kreativitas Masyarakat Indonesia, Jenius Gelar Co.Creation Week 2021

BrandzView
Pemerintah Mau Setop Impor BBM pada 2027

Pemerintah Mau Setop Impor BBM pada 2027

Whats New
Lewat Fitur Ini, Mitra Bukalapak Bisa Jadi Agen Logistik SiCepat Ekspress hingga Grab

Lewat Fitur Ini, Mitra Bukalapak Bisa Jadi Agen Logistik SiCepat Ekspress hingga Grab

Whats New
Pemerintah Bakal Membuat Kodifikasi Produk Halal yang Diekspor, Ini Tujuannya

Pemerintah Bakal Membuat Kodifikasi Produk Halal yang Diekspor, Ini Tujuannya

Whats New
Program Industri Hijau Dinilai Mampu Menghemat Energi Rp 3,2 Triliun

Program Industri Hijau Dinilai Mampu Menghemat Energi Rp 3,2 Triliun

Whats New
Bisa Transfer Valas hingga 14 Mata Uang, Begini Kemudahan Transaksi Pakai Internet Banking bagi Pebisnis

Bisa Transfer Valas hingga 14 Mata Uang, Begini Kemudahan Transaksi Pakai Internet Banking bagi Pebisnis

BrandzView
Berantas Pinjol Ilegal, BPR Didorong Tingkatkan Kolaborasi dengan Fintech Lending

Berantas Pinjol Ilegal, BPR Didorong Tingkatkan Kolaborasi dengan Fintech Lending

Whats New
IHSG dan Rupiah Ditutup Melemah

IHSG dan Rupiah Ditutup Melemah

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.