Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Milenial, Ini Sebabnya Saham Harus Disertakan dalam Portofolio Kamu

Kompas.com - 18/10/2019, 08:43 WIB
Fika Nurul Ulya,
Erlangga Djumena

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Kebutuhan setiap manusia berbeda-beda. Kebutuhan itu bisa semakin banyak sejalan dengan usia. Apalagi, ada masa yang perlu Anda tanggung sendiri, seperti masa pensiun saat Anda tidak memiliki pendapatan produktif.

Untuk itulah diperlukan investasi. Investasi merupakan bentuk lanjutan dari menabung yang kerap diajarkan orang tua kepada anaknya.

Memulai investasi, tentu bingung mana instrumen yang mesti Anda pilih. Alih-alih bingung, baiknya taruhlah portofolio Anda di beberapa instrumen investasi.

Baca juga: Jadi Miliarder Baru RI karena Harga Saham Melonjak, Siapa Nico Po?

Nah, salah satu instrumen yang mesti Anda pertimbangkan adalah saham. Kenapa? Karena ada beberapa keuntungan yang bisa Anda dapatkan dengan berinvestasi saham, antara lain:

1. Imbal hasil tinggi

Sudah bukan rahasia lagi rasanya bila saham memberikan imbal hasil tinggi. Bahkan, imbal hasilnya lebih tinggi dari inflasi.

"Yang paling tepat itu salah satunya ke saham. Produk yang satu ini menjanjikan imbal hasil yang tinggi dibanding inflasi," kata Deputi Direktur Literasi dan Informasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Greta Joice Siahaan di Jakarta, Kamis (17/10/2019).

Kendati demikian, Anda harus sadari risiko berinvestasi saham cukup tinggi. Namun hal ini masih wajar mengingat tidak ada investasi yang tidak berisiko.

"Jangan bilang tinggi kalau belum dipelajari. Semua investasi itu berisiko," kata Greta.

Baca juga: Ingin Cuan di Tengah Ancaman Resesi, Simak Tips dari Lo Kheng Hong

2. Pendapatan pasif

Saham bisa termasuk dalam pendapatan pasif (passive income). Sebab, Anda tidak perlu bekerja dari pagi hingga malam. Pergerakan saham sendiri berbanding lurus dengan keadaan pasar.

"Dia passive income. Kita enggak perlu kerja nine to five. Diamkan saja atau iseng-iseng trading," katanya.

3. Tidak perlu modal besar

Era digital membuat segalanya bertransformasi, tidak terkecuali instrumen investasi. Bila dahulu berinvestasi saham membutuhkan modal besar, sekarang Anda bisa mengaksesnya dengan harga terjangkau.

"Sekarang Rp 100.000 saja sudah bisa. Enggak perlu ratusan atau puluhan juta lagi. Sekarang zamannya udah beda, orang semakin mudah mengakses apapun," sebut dia.

Baca juga: 5 Produk Reksadana Saham dengan Imbal Hasil Tertinggi

Adapun untuk membeli saham, Anda harus tahu terlebih dahulu profil perusahaan yang Anda tuju. Sebab, membeli saham sama seperti Anda membeli perusahaan tersebut.

Ada baiknya, carilah perusahaan yang memiliki merek kuat dan produknya digunakan sehari-hari. Jika Anda punya waktu lebih, cobalah cek laporan keuangannya dalam 5 tahun terakhir.

Bila selalu mencetak laba, Anda bisa mempertimbangkan untuk membeli saham dari perusahaan itu.

Baca juga: Pasar Saham Terkoreksi, Saatnya Atur Kembali Portofolio Anda

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Harga Bahan Pokok Selasa 16 April 2024, Harga Cabai Rawit Merah Naik

Harga Bahan Pokok Selasa 16 April 2024, Harga Cabai Rawit Merah Naik

Whats New
Naik Rp 6.000 Per Gram, Cek Rincian Harga Emas Antam 16 April 2024

Naik Rp 6.000 Per Gram, Cek Rincian Harga Emas Antam 16 April 2024

Earn Smart
Resmi Melantai di BEI, Harga Saham ATLA Melesat 35 Persen

Resmi Melantai di BEI, Harga Saham ATLA Melesat 35 Persen

Whats New
Bulog Serap 120.000 Ton Gabah Lokal Selama Libur Lebaran

Bulog Serap 120.000 Ton Gabah Lokal Selama Libur Lebaran

Whats New
Mengawali Perdagangan Usai Libur Lebaran, IHSG Ambruk 2,8 Persen, Rupiah Jeblok 1,51 Persen

Mengawali Perdagangan Usai Libur Lebaran, IHSG Ambruk 2,8 Persen, Rupiah Jeblok 1,51 Persen

Whats New
Hari Pertama Kerja Usai Libur Lebaran, KAI Proyeksi Hari Ini Ada 900.000 Pengguna KRL

Hari Pertama Kerja Usai Libur Lebaran, KAI Proyeksi Hari Ini Ada 900.000 Pengguna KRL

Whats New
Info Pangan 16 April 2024, Harga Beras dan Daging Ayam Naik, Cabai Turun

Info Pangan 16 April 2024, Harga Beras dan Daging Ayam Naik, Cabai Turun

Whats New
IHSG Diprediksi Melemah Usai Libur Lebaran, Simak Analisis dan Rekomendasi Sahamnya

IHSG Diprediksi Melemah Usai Libur Lebaran, Simak Analisis dan Rekomendasi Sahamnya

Earn Smart
Pemerintah Antisipasi Dampak Ekonomi dari Konflik Iran-Israel

Pemerintah Antisipasi Dampak Ekonomi dari Konflik Iran-Israel

Whats New
Saham-saham di Wall Street Jatuh akibat Konflik Timur Tengah

Saham-saham di Wall Street Jatuh akibat Konflik Timur Tengah

Whats New
Tesla Bakal PHK 10 Persen Pegawainya, Ini Penjelasan Elon Musk

Tesla Bakal PHK 10 Persen Pegawainya, Ini Penjelasan Elon Musk

Whats New
The Fed Diramal Tahan Suku Bunga Lebih Lama, Rupiah Bisa Makin Lemah

The Fed Diramal Tahan Suku Bunga Lebih Lama, Rupiah Bisa Makin Lemah

Whats New
10 Maskapai Penerbangan Tertua di Dunia

10 Maskapai Penerbangan Tertua di Dunia

Whats New
Pengamat: Relaksasi WFH ASN Usai Lebaran Gerus Produktivitas

Pengamat: Relaksasi WFH ASN Usai Lebaran Gerus Produktivitas

Whats New
Konflik Iran-Israel, Pemerintah Pastikan Harga BBM Tak Naik hingga Juni 2024

Konflik Iran-Israel, Pemerintah Pastikan Harga BBM Tak Naik hingga Juni 2024

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com