Rilis Obligasi dengan Target Rp 1 Triliun, Ini yang Akan Dilakukan BTPN

Kompas.com - 18/10/2019, 20:22 WIB
Press conference merger PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk di Jakarta, Jumat (1/2/2019). KOMPAS.com/MUTIA FAUZIAPress conference merger PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk di Jakarta, Jumat (1/2/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com – PT Bank BTPN Tbk mengumumkan prospektus terkait rencana penerbitan obligasi melalui Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) IV Tahap I dengan target perolehan dana Rp 1 triliun.

Direktur Keuangan Bank BTPN Hanna Tantani mengatakan, seluruh dana hasil penerbitan obligasi akan digunakan untuk membiayai ekspansi kredit perseroan. Saat ini Bank BTPN menyalurkan kredit ke semua segmen, mulai dari kelompok usaha mikro kecil menengah (UMKM), ritel, hingga korporasi.

“Kami melihat ruang pertumbuhan kredit masih cukup terbuka, sejalan dengan target pertumbuhan ekonomi yang dicanangkan pemerintah. Hal ini juga merupakan bagian dari komitmen kami untuk berkontribusi dalam menggerakkan perekonomian nasional,” katanya seperti dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Jumat (18/10/2019).

Baca juga: Soal Kabar Nasabah Jenius Dibobol Hacker, Ini Penjelasan BTPN

Hanna menambahkan, obligasi ini telah mendapat peringkat AAA (idn) dari PT Fitch Ratings Indonesia.

Untuk penerbitan obligasi ini, Bank BTPN telah menunjuk PT BCA Sekuritas, PT Mandiri Sekuritas, PT OCBC Sekuritas Indonesia, dan PT Nikko Sekuritas Indonesia sebagai penjamin pelaksana emisi obligasi. Sementara itu, PT Bank Mega Tbk bertindak sebagai wali amanat. Masa penawaran awal akan dilaksanakan pada 21 Oktober – 4 November, sedangkan pencatatan di Bursa Efek Indonesia diperkirakan pada 27 November 2019.

“Peringkat ini mencerminkan kemampuan Bank BTPN dalam menjaga kualitas aset perusahaan, perbaikan struktur pendanaan, dan kinerja unggul sebagai dampak positif dari penggabungan usaha dengan PT Bank Sumitomo Mitsui Indonesia (SMBCI) pada Februari 2019,” katanya.

Hanna pun optimistis penawaran obligasi bakal direspon positif oleh pelaku pasar.

Baca juga: Usai Merger, BTPN Fokus Satukan Bisnis dengan SCMB

Sebagai informasi, per 30 Juni 2019, total penyaluran kredit Bank BTPN mencapai Rp 143,4 triliun tumbuh 112 persen (year on year/yoy) dibandingkan posisi yang sama tahun lalu senilai Rp 67,8 triliun. Rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) di level 0,8 persen (gross), sedangkan rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) terjaga kuat di level 23,3 persen.

Perusahaan mencatat kenaikan aset sebesar 87 persen, dari Rp 99,9 triliun pada Juni 2018 menjadi Rp 186,7 triliun pada Juni 2019, sedangkan laba bersih periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik mencapai Rp 1,2 triliun, meningkat 13 persen dari posisi tahun lalu Rp1,09 triliun.

”Kami berharap emisi obligasi ini dapat menjadi salah satu pilihan instrumen investasi yang menarik bagi para investor, sekaligus menjadi alternatif sumber pembiayaan jangka panjang bagi Bank BTPN,” sebut Hanna.

Baca juga: Semester I 2019, Laba Bersih BTPN Naik Jadi Rp 1,26 Triliun

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X