Dukung 5 Bali Baru, Ini yang Dilakukan Airy

Kompas.com - 20/10/2019, 11:43 WIB
Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara duduk santai berdua di titik pandang arah Danau Toba di The Kaldera yang terletak di Kabupaten Toba Samosir, Selasa (30/7/2019). The Kaldera adalah salah satu distinasi unggulan sebagai salah satu rintisandari sepuluh Bali Baru yang terletak disekeliling Kawasan Danau Toba. ISTANA PRESIDEN/AGUS SUPARTOPresiden Joko Widodo dan Ibu Negara duduk santai berdua di titik pandang arah Danau Toba di The Kaldera yang terletak di Kabupaten Toba Samosir, Selasa (30/7/2019). The Kaldera adalah salah satu distinasi unggulan sebagai salah satu rintisandari sepuluh Bali Baru yang terletak disekeliling Kawasan Danau Toba.

SINGAPURA, KOMPAS.com - Perusahaan startup bidang accomodation network orchestrator (ANO) Airy menyiapkan hotel dengan memperbaiki hotel-hotel rekanan di lima lokasi yang ditetapkan pemerintah sebagai kawasan strategis pariwisata nasional (KSPN) atau Bali Baru.

Lima Bali Baru yang dimaksud yakni Danau Toba, Sumatera Utara; Borobudur, Magelang, Jawa Tengah; Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat; Bunaken, Sulawesi; dan Bangka Belitung.

"Kita support lima Bali Baru, Toba, Borobudur, Mandalika, Manado Bunaken, sama Bangka Belitung. Kita sudah punya hotel partner di situ," ujar Vice President Commercial Airy Viko Gara di Singapura, Kamis (17/10/2019).

Selain memperbaiki hotel rekanan, Airy juga melatih para pegawai hotel-hotel rekanan itu dalam program Airy Community Center. Program itu sudah dijalankan di Bangka Belitung dan Sumatera Utara.

Baca juga: Dukung Industri Halal Indonesia, Airy Syariah Promosi di Singapura

Pelatihan pegawai bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan di hotel-hotel rekanan.

"Maintain quality itu selalu jadi hal yang paling challenging untuk kita. Itu salah satu alasan kenapa kita launch Airy Community Center," kata Viko.

Viko menuturkan, Airy harus melatih para pegawai di hotel rekanan karena para pegawai itu rata-rata lulusan SMA ke bawah dan tidak memiliki kemampuan untuk memberikan layanan bidang perhotelan.

"Kita harus bisa operate dengan orang-orang yang 70 persen SMA ke bawah dan non-hospitality, not even bisa dapat SMK perhotelan," ucapnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X