Rupiah Menanti Isi Kabinet Kerja II

Kompas.com - 20/10/2019, 15:14 WIB
Presiden Joko Widodo (tengah) didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo (kedelapan kiri) bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla (kelima kanan) dan Ibu Wakil Presiden Mufidah Jusuf Kalla (keempat kanan) berfoto bersama sejumlah menteri sebelum acara silaturahmi kabinet kerja di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (18/10/19). Silaturahmi itu juga merupakan ajang perpisahan presiden, wakil presiden serta para menteri kabinet kerja yang telah bekerjasama selama lima tahun pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla. ANTARA FOTO/AKBAR NUGROHO GUMAYPresiden Joko Widodo (tengah) didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo (kedelapan kiri) bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla (kelima kanan) dan Ibu Wakil Presiden Mufidah Jusuf Kalla (keempat kanan) berfoto bersama sejumlah menteri sebelum acara silaturahmi kabinet kerja di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (18/10/19). Silaturahmi itu juga merupakan ajang perpisahan presiden, wakil presiden serta para menteri kabinet kerja yang telah bekerjasama selama lima tahun pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla.

JAKARTA, KOMPAS.com - Setelah pelantikan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin, Minggu (20/10/2019), fokus pelaku pasar akan beralih ke anggota Kabinet Kerja Jilid 2.

Hal itu akan  jadi penggerak nilai tukar rupiah terhadap dollar AS sepekan ke depan.

Direktur PT Garuda Berjangka Ibrahim mengatakan, Jokowi's effect memudar karena fokus pasar tertuju pada pengumuman menteri-menteri dalam pemerintahan Jokowi selanjutnya.

"Nama menteri yang sudah beredar seperti salah satunya Sri Mulyani langsung direspons positif oleh pasar, sedangkan posisi menteri lainnya meski belum resmi diumumkan, pasar sudah bisa menebak menteri mana yang paling vital mempengaruhi pasar," kata Ibrahim.

Baca juga: Simak, Nilai Tukar Rupiah di 6 Bank Siang Ini

Ibrahim memproyeksikan rupiah bisa menguat tipis karena sentimen dalam negeri tersebut, walaupun sentimen eksternal seperti kekhawatiran pasar tentang peluang Perdana Menteri Inggirs Boris Johson memenangkan ratifikasi parlemen untuk kesepakatan Brexit yang sebelumnya telah dicapai.

Apalagi, Ibrahim mengamati Bank Indonesia terus melakukan intervensi di pasar keuangan untuk menjaga nilai tukar rupiah tidak melemah tajam.

Ibrahim memproyeksikan rupiah pada Senin (21/10/2019) berada di rentang Rp 14.110 per dollar AS hingga Rp 14.160 per dollar AS. (Danielisa Putriadita)

Artikel ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul Isi kabinert Jokowi-Ma'ruf Amin akan setir pergerakan rupiah

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku
Komentar


Sumber
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X