Ketua MPR: Pembangunan Ekonomi Berhasil Meningkatkan Taraf Hidup Masyarakat

Kompas.com - 20/10/2019, 17:18 WIB
Presiden Joko Widodo (kiri) bersama Ketua MPR Bambang Soesatyo memberikan keterangan seusai melakukan pertemuan di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (16/10/2019). Pertemuan itu dilakukan untuk berkonsultasi terkait acara pelantikan Jokowi-Maruf Amin sebagai presiden dan wakil presiden periode 2019-2024, yang akan dilaksanakan pada 20 Oktober mendatang di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. ANTARA FOTO/WAHYU PUTRO APresiden Joko Widodo (kiri) bersama Ketua MPR Bambang Soesatyo memberikan keterangan seusai melakukan pertemuan di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (16/10/2019). Pertemuan itu dilakukan untuk berkonsultasi terkait acara pelantikan Jokowi-Maruf Amin sebagai presiden dan wakil presiden periode 2019-2024, yang akan dilaksanakan pada 20 Oktober mendatang di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua MPR Bambang Soesatyo mengungkapkan, pembangunan ekonomi lima tahun lalu telah berhasil memberikan dampak positif pada masyarakat Indonesia. Utamanya pada sisi peningkatan taraf hidup.

" Pembangunan ekonomi berhasil meningkatkan taraf hidup masyarakat. Saat pertumbuhan ekonomi dunia melambat, pertumbuhan ekonomi kita terus alami peningkatan," kata Bambang dalam Sidang Paripurna pelantikan Presiden dan Wakil Presiden periode 2019-2024 di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Minggu (20/10/2019).

Menurut Bambang, banyak hal-hal positif yang telah diraih Indonesia beberapa tahun lalu. Selain pertumbuhan ekonomi, tingkat angkatan pengangguran terus turun, penduduk miskin alami penurunan bahkan mencapai angka terendah dalam sejarah 9,41 persen dari 11,22 persen pada 2015.

Baca juga: Investor Berharap Jokowi Pilih Menteri Ekonomi Berusia 40-50 Tahun

"Selain itu upaya pemerataan pembangunan membaik, semakin rendahnya rasio gini, indeks pembangunan Indonesia meningkat. Saat ini tak ada lagi provinsi dengan indeks pembangunan manusia yang rendah," tuturnya.

Dia menambahkan, pembangunan infrastruktur juga sudah cukup baik dengan dibangunnya sejumlah fasilitas utama dan pendukung untuk masyarakat. Sehingga konektivitas antara satu daerah, khususnya daerah 3T (tertinggal, terdepan dan terluar) di Indonesia sudah dapat dirasakan.

"Akselerasi pembangunan infrastruktur telah menghubungkan pasar dengan sentra produksi rakyat, pertanian perikanan, perkebunan, industri, dan UMKM. Kami catat dalam lima tagun dana transfer ke daerah, dana desa mulai dirasakan manfaatnya," bebernya.

"Selain itu melalui DAK (Dana Alokasi Khusus) pemerintah berhasil bangun infrastruktur dari peningkatan jalan, ruang kelas baru, laboratorium sekolah, pembangunan jaringan irigasi, pembangunan rumah, serta rehabilitasi sarana dan prasarana kesehatan," tambahnya.

Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden periode 2019-2024 ini hadiri sejumlah mantan presiden dan wakil presiden, pimpinan negara sahabat, sejumlah mantan menteri era pemerintah Presiden Jokowi-JK, dan tamu undangan lainnya.

Baca juga: Core: Ekonomi Indonesia Kuartal III di Bawah 5 Persen

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X