[POPULER MONEY] Menteri "Ngeyel" | Tambahan 2 Boeing 737 NG yang Retak

Kompas.com - 21/10/2019, 05:43 WIB
Para menteri meminum teh saat kumpul di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (18/10/2019) KOMPAS.COM/Yoga SukmanaPara menteri meminum teh saat kumpul di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (18/10/2019)

1. Sri Mulyani Ungkap Ada Menteri yang Tak Pakai WA

Masa kerja para menteri di Kabinet Kerja Jilid 1 sudah berakhir. Beberapa menteri pun mulai buka-bukaan membuka "aib" koleganya di kabinet.

Misalnya yang dilakukan Menteri Keuangan Sri Mulyani. Ia membuka rahasia Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono. Rahasia ini diungkap Sri Mulyani saat bincang santai menteri-menteri di bidang ekonomi dengan para wartawan di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (18/10/2019).

Awalnya mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu cerita soal komunikasi dengan Basuki kerap terkendala waktu. Hal ini lantaran Basuki yang rajin di lapangan meninjau proyek-proyek infrastruktur.

Baca selengkapnya di sini

2. Ditanya Siapa Menteri Paling "Ngeyel", Darmin Sebut 3 Kisi-kisinya

Ada-ada saja pernyataan para wartawan kepada Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution jelang berakhirnya masa jabatab para menteri Kabinet Kerja Jilid 1.

Salah satu wartawan bertanya siapa menteri bidang ekonomi yang paling ngeyel menurut Menko Darmin selama periode pertama pemerintahan Presiden Joko Widodo.

"Saya enggak usah bilang nama orang dulu ya," ujarnya saat bincang santai para menteri dengan wartawan di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (18/10/2019).

Namun, pria kelahiran Mandailing Natal, Sumatera Utara, itu memberikan tiga kisi-kisi siapa menteri bidang ekonomi paling ngeyel dalam koordinasi di Kabinet Kerja.

Apa saja kisi-kisinya? Siapa menteri itu? Simak selengkapnya di sini

3. Soal Pembobolan Dana Rp 124 Miliar, Ini Kata BNI

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk ( BNI) menegaskan kasus pembobolan dana Rp 124 miliar di Ambon tidak mempengaruhi kondisi BNI secara umum. Dana nasabah pun tetap aman.

Direktur Bisnis Korporasi BNI Putrama Wahju Setyawan menyatakan, nasabah dan masyarakat tidak perlu khawatir untuk tetap bertransaksi di BNI.

"Pelanggaran yang terjadi di Ambon adalah kasus yang memiliki dampak minimal terhadap operasional dan ketersediaan dana di BNI. Kasus ini sudah dalam proses penyelidikan pihak Kepolisian sehingga diharapkan dapat mempercepat proses pengungkapannya," ujar Putrama seperti dikutip dalam siaran persnya, Minggu (20/10/2019).

Menurut dia, terdapat beberapa faktor yang menjadi sebab nasabah tidak perlu khawatir dengan BNI.

Apa saja itu? Baca di sini

4. Perusahaan Ini Luncurkan 2 Kapal Pesanan TNI AL Senilai Rp 86 Miliar

PT Steadfast Marine Tbk (KPAL) meluncurkan dua kapal patroli yang dipesan TNI Angkatan Laut di Pontianak, Kalimantan Barat. Dua kapal senilai Rp 86 miliar tersebut ditargetkan bisa diserahkan kepada TNI AL pada November 2019.

Target tersebut lebih cepat dari kesepakatan kontak, yakni pada Desember 2019.

Komisaris Utama PT Steadfast Marine Tbk Eddy Kurniawan Logam mengatakan, setelah diluncurkan, kedua kapal tersebut akan memasuki tahap uji coba dan proses penyelesaian akhir yang dijadwalkan berlangsung selama 1,5 bulan.

Untuk itu, kapal-kapal tersebut ditargetkan bisa diserahkan pada akhir November 2019.

Simak selengkapnya di sini

5. Kemenhub: Total 5 Pesawat Boeing 737 NG yang Alami Keretakan

Kementerian Perhubungan menyatakan, total ada lima pesawat Boeing 737 NG (Next Generation) dari tiga maskapai nasional yang mengalami keretakan, sehingga kelimanya harus dikandangkan untuk menjamin keselamatan penerbangan.

"Kemarin ditemukan lagi ada keretakan di dua pesawat, sehingga hingga kini total ada lima pesawat Boeing 737 NG yang bermasalah. Pemeriksaan akan terus dilakukan di pesawat sejenis yang lain," kata Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Polana B Pramesti di Jakarta, Sabtu (19/10/2019).

Sebelumnya terdapat tiga Boeing 737 NG yang mengalami retak (crack) di badan pesawatnya. Yakni satu milik Garuda Indonesia dan dua milik Sriwijaya Air.

Dengan demikian dua pesawat tambahan yang ditemukan ada keretakan adalah milik Lion Air.

Baca selengkapnya di sini

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X