Jokowi Ingin Indonesia Masuk 5 Ekonomi Terbesar Dunia di 2045, Apa Syaratnya?

Kompas.com - 21/10/2019, 07:44 WIB
Joko Widodo memberikan pidato saat pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI di Gedung DPR/MPR, Jakarta, Minggu (20/10/2019). Jokowi dan Maruf Amin sebagai Presiden dan Wakil Presiden masa jabatan 2019-2024. KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMOJoko Widodo memberikan pidato saat pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI di Gedung DPR/MPR, Jakarta, Minggu (20/10/2019). Jokowi dan Maruf Amin sebagai Presiden dan Wakil Presiden masa jabatan 2019-2024.

JAKARTA, KOMPAS.com - Dalam pidato pelantikannya, Presiden Joko Widodo ingin agar Indonesia bisa masuk dalam lima besar ekonom dunia dengan tingkat kemiskinan mendekati 0 persen di 2045 mendatang.

Dengan demikian, di tahun yang bertepatan dengan satu abad kemerdekaan itu, Indonesia sudah bisa terlepas dari jebakan pendapatan kelas menengah atau middle income trap.

Direktur Riset Centre of Reform on Economics (CORE) Piter Abdullah mengatakan, ada satu syarat yang harus dipenuhi dalam jangka menengah untuk keluar dari middle income trap, yaitu pertumbuhan ekonomi yang tinggi.

Baca juga: Pidato Jokowi: Insya Allah, 2045 Indonesia Telah Keluar dari Jebakan Pendapatan Kelas Menengah

Berdasarkan perhitungannya, dalam 10 tahun ke depan, ekonomi Indonesia harus bisa tumbuh minimal 6,8 persen. Adapun saat ini, hingga akhir tahun ekonomi RI diperkirakan akan tumbuh sebesar 5 persen.

"Ini tidak mudah pastinya. Untuk bisa tumbuh di atas 5 persen saja selama ini sangat sulit," ujar Piter ketika dihubungi Kompas.com, Minggu (20/10/2019).

Piter menilai, upaya pemeirntah untuk fokus meningkatkan kinerja perekonomian masih belum maksimal. Pemerintah belum melakukan sinergi untuk mengoptimalkan sumber daya ekonomi yang ada.

Selain itu, pertumbuhan ekonomi juga belum menajadi tujuan utama semua Kementerian/Lembaga.

Baca juga: Dua Uppercut Jokowi untuk Kelas Menengah Indonesia

Piter menjelaskan, agar ekonomi RI dalam lima tahun ke depan bisa tumbuh di atas 6 persen, pemerintah perlu merombak total berbagai pendekatan dalam kebijakan ekonomi.

"Manfaatkan dan sinergikan kebijakan moneter fiskal dan sektor riil. Jadikan pertumbuhan ekonomi sebagai tujuan utama semua kementerian dan lembaga. Jadikan KPI (Key Performance Indicator)-nya menter-menteri ekonomi," ujar dia.

Adapun Chief Economist PT Bank Permata (Tbk) Josua Pardede mengatakan, prioritas pembagunan pemerintah dalam lima tahhun ke depan, yaitu Sumber Daya Manusia (SDM) dan infrastruktur menjadi kunci agar Indonesia bisa terlepas dari jebakan pendapatan kelas menengah.

Pemerintah harus segera menuntaskan berbagai halangan yang selama ini menjadi penyebab cenderung rendahnya tingkat investasi dalam negeri jika dibandingkan dengan negara peers.

"Setidaknya dalam 5 tahun mendatang orioritas pemerintah jelas, SDM menjadi salah satu kunci, dan mungkin dapaknya belum akan kita rasakan dalam 5 tahun ke depan. Efeknya beyond 2024 baru kelihatan, dikombinasikan dengan inftsruktur, diharapkan bisa menjadi pondasi pembangunan kita supaya 2045 benar-benar bisa keluar dari middle income trap," ujar dia.

Baca juga: Menurut Sri Mulyani, Ini Syarat RI Keluar dari Middle Income Trap

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X