AP I Sediakan Ruang Anak Berkebutuhan Khusus di Bandara Ahmad Yani

Kompas.com - 21/10/2019, 18:27 WIB
salah seorang penumpang berkebutuhan khusus asal Rembang Bramudya Nur Alam saat transit di Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang, Senin (21/10/2019) KOMPAS.com/RISKA FARASONALIAsalah seorang penumpang berkebutuhan khusus asal Rembang Bramudya Nur Alam saat transit di Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang, Senin (21/10/2019)

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Angkasa Pura I (Persero) menghadirkan ruang multisensori pertama di bandara di Indonesia. Fasilitas yang disediakan untuk anak berkebutuhan khusus utamanya autisme ini hadir di Bandara Jenderal Ahmad Yani, Semarang.

Direktur Utama Angkasa Pura I Faik Fahmi mengatakan, ruang multisensori ini merupakan terobosan dan inovasi dari perseroannya untuk memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh pengguna jasa bandar udara, tak terkecuali bagi penumpang berkebutuhan khusus.

“Hadirnya ruang multisensori ini merupakan salah satu komitmen kami dalam memberikan suatu pengalaman yang bernilai kepada seluruh pengguna jasa, tak terkecuali kepada penumpang yang memiliki anak dengan autisme agar dapat merasa tenang, aman, dan nyaman sebelum berpergian dengan pesawat udara, khususnya di tengah situasi bandara yang sibuk," ujar Faik dalam keterangan tertulisnya, Senin (21/10/2019).

Baca juga: Menhub Ingin Bandara Kertajati Jadi Pusat Logistik E-Commerce

Ruang multisensori ini didesain untuk memberikan stimulus yang menenangkan, mengatasi ketegangan, dan mengurangi perilaku temper tantrum pada anak dengan autisme. Ruangan ini memiliki dua tipe kegunaan dengan mengubahnya menjadi ruangan putih (white room) dan ruangan gelap (black room).

White room berguna untuk menciptakan rasa aman, santai, dan memberikan sensasi nyaman kepada anak dengan autisme. Sementara black room berguna untuk memfasilitasi pemahaman anak dengan autisme terhadap lingkungan sekitar dan pemahaman mengenai hubungan sebab-akibat.

Memiliki luas 3,6 x 10 meter, ruang multisensori terletak di area ruang tunggu keberangkatan domestik Bandara Jenderal Ahmad Yani. Berbagai fasilitas seperti matras pada lantai dan dinding ruangan, bola gym, bean bag, aqua tube (tabung gelembung akuatik), lampu LED yang bisa berubah warna, laser finger, papan vestibular, dan lain-lain tersedia di dalamnya.

Baca juga: Kembangkan 2 Bandara di Jateng, Kemenhub Gelontorkan Rp 142 Miliar

"Kami berharap keberadaan ruang multisensori ini dapat digunakan sebaik mungkin dan memberikan banyak manfaat bagi pengguna jasa, khususnya orang tua yang bepergian bersama anak dengan autisme. Ke depan, kami berencana menghadirkan ruang multisensori ini di seluruh bandara yang kami kelola," kata Faik.

Fasilitas serupa ruang multisensori ini setidaknya ada di enam bandara utama Eropa dan Amerika, seperti di Heathrow International Airport (Inggris), Shannon International Airport (Irlandia), Pittshburg International Airport (Rusia), Hartsfield-Jackson Atlanta International Airport (AS), Lehigh Valley International Airport (AS), dan Birmingham-Shuttlesworth International Airport (AS).

Baca juga: Dukung Pariwisata Pulau Terluar Indonesia, Menhub Resmikan Bandara Letung

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X