Produk UMKM Indonesia Raup Pesanan dari Luar Negeri

Kompas.com - 22/10/2019, 21:32 WIB
ilustrasi batik shutterstockilustrasi batik

JAKARTA, KOMPAS.com - Sejumlah produsen dan UMKM lokal memperoleh kesempatan untuk menjaring pasar baru dalam Trade Expo Indonesia (TEI) 2019 beberapa waktu lalu.

Beragam produk buatan Indonesia berlomba-lomba memikat para peserta ajang tahunan berskala internasional tersebut. Sebab, TEI kerap didatangi pembeli dari kalangan importir dan distributor baik dari dalam maupun luar negeri.

Rini Kartika, Pemilik Kembang Tjelup asal Yogyakarta misalnya, mengaku mendapat beberapa peminat dari luar negeri. Produk aksesoris dan fashion bertema lokal dan ramah lingkungan buatannya memikat pengunjung TEI baik dari dalam maupun luar negeri.

“Sudah ada pengunjung dari Namibia dan Eropa yang minta proposal dan penawaran produk Kembang Tjelup selama pameran. Kita akan lanjutkan prosesnya dulu, semoga bisa deal,” jelas Rini dalam keterangan resmi, Selasa (22/10/2019).

Baca juga: Kemenperin Dorong Industri Tenun dan Batik Genjot Daya Saing

Adapun Inin Silviana Nurul Hadi, Pemilik Kilisuci Batik mengaku telah mendapat calon pembeli potensial dari dalam dan luar negeri sepanjang perhelatan TEI 2019.

“Sudah ada yang beli buat sampel dari Kedutaan Besar Nigeria dan Zimbabwe. Saya tawarkan produk yang akan laku di negara mereka kira-kira apa supaya barang yang dibeli dari sini harus laris, paling diminati bentuknya topi dan pashmina," jelas Inin.

Inin dan Rini merupakan UMKM binaan Rumah Kreatif BUMN dan program Indonesia Mall dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.

Indonesia Mall dibangun melalui kerja sama BRI dengan e-commerce untuk mendorong UMKM go-online yang membuka pasar UMKM binaan dari yang tadinya hanya terbatas di wilayahnya menjadi lebih luas ke seluruh Indonesia bahkan hingga ke pelosok.

Produk-produk unggulan dari UMKM mitra binaan BRI dapat langsung dibeli di e-commerce rekanan seperti Qoo10, Tokopedia, Shopee, Bukalapak, Blanja.com dan Blibli.com.

Bagi Inin, menjual produk ke luar Indonesia bukanlah hal baru. Produk Kilisuci Batik sendiri telah dipasarkan ke beberapa negara lain seperti Australia, Afrika Selatan, Nigeria, China dan negara lain.

Baca juga: Sanggar Batik Andhaka Mulai Merambah Pasar Internasional

"Untuk ekspor tentu ada standar yang harus dipenuhi. Kita semua kan ingin naik kelas dari kelas UMKM lokal ke kelas dunia jadi peningkatan kualitas produk dan manajemen kita harus dilakukan, Indonesia Mall memberikan berbagai fasilitas supaya kita bisa naik kelas,” tambahnya.

BRI pun membuka peluang ‘beasiswa’ bagi UMKM binaannya yang memiliki kesempatan unjuk gigi di pameran di Negara lain. Sebelumnya, BRI telah memberangkatkan dua UMKM binannya, Kilisuci Batik dan UniAde ke China-ASEAN Expo (CAEXPO) di Nanning International Convention and Exhibition Centre.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X