[POPULER MONEY] Gojek akan Stop Bakar Uang | Mantan Sopir Angkot Jadi Calon Menteri

Kompas.com - 23/10/2019, 05:40 WIB
Ilustrasi Gojek ShutterstockIlustrasi Gojek

JAKARTA, KOMPAS.com - Perusahaan aplikasi transportasi Gojek menyatakan akan menyetop bakar uang karena perusahaan akan melepas saham di bursa dalam 3-4 tahun ke depan.

Berita tersebut menjadi yang tersebut menjadi yang terpopuler di kanal Money sepanjang hari kemarin, Selasa (22/10/2019). Sementara berita terpopuler lainnya adalah soal penggelapan dana di BNI Ambon dan bekas sopir angkot jadi calon menteri.

Berikut adalah daftar berita terpopulernya:

1. Gojek Bakal Akhiri Era Bakar Uang

Perusahaan aplikasi Gojek bakal mengakhiri era "bakar uang" karena ujung sebuah bisnis adalah pencapaian profit serta mampu menjalankan usaha secara sehat dan berkelanjutan.

"Setiap perusahaan, termasuk para founder Gojek, juga berkeinginan 3-4 tahun mendatang bisa IPO (initial public offering)," kata Vice President Corporate Affair Gojek Michael Say di Semarang, Senin (21/10/2019).

Ia memberi gambaran betapa besarnya uang yang "dibakar" jika setiap trip Gojek memberikan subsidi (bonus) sebesar Rp 50 saja, sementara setiap bulan ada 100 juta transaksi.

Didampingi Head Regional Corporate Affair Gojek Wilayah Jateng Arum K Prasojo, Michael menyatakan tekad Gojek untuk menghasilkan laporan keuangan yang "hijau" sebagai syarat untuk IPO. Selengkapnya silakan baca di sini.

2. BNI soal Penggelapan Rp 58,95 Miliar: Kami Tidak Tutup-tutupi...

Direktur Bisnis Korporasi PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI, Putrama Wahju Setyawan mengungkap modus penggelapan dana sebesar Rp 58,95 miliar yang dilakukan oleh oknum pegawainya.

Oknum pegawai BNI Ambon itu yakni FY melakukan penggelapan dalam kurun sebulan. FY diduga menjadi anggota/terlibat sindikat investasi imbal hasil tak wajar. "(Dalam sebulan) itu, si oknum ini melakukan penggelapan," kata Putrama di Jakarta, Senin (21/10/2019).

Putrama mengungkapkan, terungkapnya praktik penggelapan dana bank oleh oknum pegawainya setelah dilakukan pemantau atau pengecekan internal. Usia mendapati ada yang tidak sesuai maka langsung ditindaklanjuti.

"Ini dari tim BNI sendiri. Kita mengedepankan proses hukum, tidak kami tutup-tutupi. Kami laporkan langsung," ujarnya. Selengkapnya silakan baca di sini.

3. Bahlil Lahadalia, Dari Sopir Angkot Hingga Menjadi Calon Menteri

Bahlil Lahadalia digadang-gadang akan menjadi calon Menteri Kabinet Kerja Jilid 2. Dia menjadi salah satu orang yang dipanggil Presiden Joko Widodo ke Istana Negara, Selasa (22/10/2019).

Seperti tokoh-tokoh yang disebut sebagai calon menteri, ia juga datang ke Istana Negara dengan mengenakan kemeja putih. Rupanya, perjalanan karir pria kelahiran Banda, Maluku Tengah, Maluku pada 7 Agustus 1976 itu sebelum menjadi calon menteri terbilang sulit.

Dikutip dari www.bahlil-lahadalia.com, Bahlil pernah menjadi sopir angkot dan penjual koran. Namun, kerja kerasnya mampu membawa dia menjadi pengusaha nasional.

Pemilik Rifa Capital ini terus melebarkan sayapnya dan masuk ke berbagai sektor usaha, mulai dari perkebunan, properti, transportasi, pertambangan, hingga konstruksi. Selengkapnya silakan baca di sini.

4. KKP: Kebijakan Menteri Susi Banyak Gebrakan dan Bisa Jadi Contoh

Ada yang berbeda dari acara Kementerian Kelautan dan Perikanan ( KKP) hari ini, Selasa, (22/10/2019). Hari ini, Menteri Kelautan dan Perikanan Kabinet Kerja Jilid 1, Susi Pudjiastuti tidak tampak menghadiri acara yang diadakan Kementerian Kelautan Perikanan (KKP).

Begitu pun acara yang diselenggarakan KKP beberapa hari terakhir. Susi tidak lagi muncul pada acara-acara itu. Fenomena ini disebabkan telah berakhirnya masa jabatan Susi sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan (KP) di Kabinet Kerja Jilid 1 Presiden Joko Widodo.

Adapun acara Seminar Nasional Riset dan Kebijakan Sosial Ekonomi Kelautan & Perikanan yang diadakan hari ini dibuka oleh Sekretaris Badan Riset dan Sumber Daya Manusia (BRSDM) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Maman Hermawan. Selengkapnya silakan baca di sini.

5. Sri Mulyani Tetap Menkeu, Ini Profilnya

Nama Sri Mulyani Indrawati kembali masuk dalam daftar menteri di kabinet pemerintahan Presiden Joko Widodo. "Presiden meminta saya menyampaikan ke media, beliau menugaskan saya tetap menjadi menteri keuangan," kata Sri Mulyani usai bertemu Presiden Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (22/10/2019).

Pemilihan Sri Mulyani sebagai Menkeu dalam Kabinet Kerja II ini, tentu saja hal ini bukan hal baru bagi perempuan yang kerap disapa Ani itu. Sebab selain periode pertama Jokowi, Sri Mulyani juga pernah jadi Menkeu pada masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) 2005-2010.

Nama Sri Mulyani sendiri sebelumnya disebut-sebut sebagai Menteri Koordinator Perekonomian. Hal ini tak terlalu mengejutkan karena Sri Mulyani memang disebut-sebut calon Menko Perekonomian. Selengkapnya silakan baca di sini.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X