Airlangga Hartarto, Akar Beringin di Lapangan Banteng

Kompas.com - 23/10/2019, 08:36 WIB
Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto memberikan keterangan di Trade Expo Indonesia di ICE BSD, Tangerang, Banten, Kamis (17/10/2019). KOMPAS.COM/MURTI ALI LINGGAMenteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto memberikan keterangan di Trade Expo Indonesia di ICE BSD, Tangerang, Banten, Kamis (17/10/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Teka-teki nama Menteri Koordinator Perekonomian terjawab sudah. Presiden Joko Widodo resmi memilih Airlangga Hartarto sebagai Menko Perekonomian di Kabinet Kerja Jilid 2.

(Teka-teki nama Menteri Perindustrian terjawab sudah. Presiden Joko Widodo resmi memilih kembali Airlangga Hartarto sebagai Menteri Perindustrian di Kabinet Kerja Jilid 2.)

Airlangga bukanlah orang baru di kabinet. Namanya sudah hingar bingar di publik karena menjabat sebagai Menteri Perindustrian di Kabinet Kerja Jilid 1.

Baca juga: Disebut Bakal Jadi Menko Perekonomian, Ini Kata Airlangga

Ia juga dikenal berkat program Making Indonesia 4.0 yang merupakan program pemerintah untuk menyiapkan Indonesia menghadapi industri digital 4.0.

Terpilihnya Airlangga sebagai Menko Perekonomian tak terlalu mengejutkan. Sebab nama pria kelahiran Surabaya, 1 Oktober 1962 itu mencuat sejak sepekan lalu.

Sumber Kompas.com di internal Kemenko Perekonomian juga menyebutkan bahwa Airlangga adalah calon Menko Perekonomian menggantikan Darmin Nasution.

(Terpilihnya Airlangga sebagai  Menteri Perindustrian tak terlalu mengejutkan. Sebab nama pria kelahiran Surabaya, 1 Oktober 1962 itu santer dikabarkan jadi calon kuat Menperin atau Menko Perekonomian.)

Latar belakang Airlangga adalah seorang politikus dan pebisnis. Saat ini ia tercatat masih menjabat sebagai Ketua Umum Partai Golkar.

Baca juga: Airlangga Disebut Calon Menko Perekonomian, Ini Komentar KEIN

Pada Pilpres 2019, partai berlambang Pohon Beringin itu adalah salah satu partai pengusung Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin.

Golkar sudah mengakar pada diri Airlangga. Sebab ia adalah anak Hartarto Sastrosoenarto, pejabat era Orde baru yang banyak makan asam garam di Kebinet Pembangunan.

Mulai dari Menteri Perindustrian Kabinet Pembangunan IV pada 1983-1993, hingga Menko Pengawasan Pembangunan dan Pendayagunaan Aparatur Negara pada 1998-1999.

Airlangga juga tercatat sempat menjadi Anggota DPR Fraksi Golkar pada periode 2004-2009 dan 2009-2014. Saat itu menjabat sebagai Ketua Komisi VII yang membidangi energi dan Ketua Komisi VI yang membidangi BUMN dan perdagangan.

Di sektor bisnis, Airlangga tercatat sempat memegang jabatan tinggi dibeberapa perusahaan. Mulai dari Presiden Komisaris PT Fajar Surya Wisesa Tbk pada 1987 hingga Komisaris PT Sorini Corporation Tbk Pandaan pada 2004.

Latar belakang pendidikan Airlangga adalah lulusan SMA Kolese Kanisius Jakarta pada 1981 dan Fakultas Teknik Mesin Universitas Gadjah Mada pada 1987.

Ia mendapatkan gelar MBA  dari Monash University Australia pada 1996 dan Master of Management Technology (MMT) dari University of Melbourne, Australia pada 1997.

(Dengan terpilihnya Airlangga Hartarto sebagai Menko Perekonomian, maka akar beringin sampai di Jalan Lapangan Banteng Timur, alamat Kantor Kemenko Perekonomian).

Baca juga: Jelang Akhir Jabatan, Menperin Airlangga Luncurkan Buku

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Didakwa Terima Suap, Berapa Gaji Wawan Ridwan sebagai PNS Pajak?

Didakwa Terima Suap, Berapa Gaji Wawan Ridwan sebagai PNS Pajak?

Whats New
Cara Beli Emas Antam secara Online dan Offline

Cara Beli Emas Antam secara Online dan Offline

Spend Smart
Cara Mengisi Shopeepay lewat BSI Mobile dengan Mudah dan Praktis

Cara Mengisi Shopeepay lewat BSI Mobile dengan Mudah dan Praktis

Spend Smart
Pembangunan Hunian Warga Terdampak Bencana di NTT dan NTB Ditargetkan Rampung Maret 2022

Pembangunan Hunian Warga Terdampak Bencana di NTT dan NTB Ditargetkan Rampung Maret 2022

Whats New
Bangun Kilang di Tuban, Pertamina Pastikan Rekrut Tenaga Kerja Lokal

Bangun Kilang di Tuban, Pertamina Pastikan Rekrut Tenaga Kerja Lokal

Whats New
Mau Nabung di ATM Setor Tunai Mandiri Terdekat? Simak Caranya

Mau Nabung di ATM Setor Tunai Mandiri Terdekat? Simak Caranya

Whats New
Sisa Anggaran di Bangka Belitung Capai Rp 798,38 Miliar

Sisa Anggaran di Bangka Belitung Capai Rp 798,38 Miliar

Whats New
Di Forum G20, Indonesia Minta AS hingga China Sampaikan Rencana Tapering Off

Di Forum G20, Indonesia Minta AS hingga China Sampaikan Rencana Tapering Off

Whats New
UMKM Mau Punya Website Sendiri? Cek Solusi Mudah dan Murah Berikut

UMKM Mau Punya Website Sendiri? Cek Solusi Mudah dan Murah Berikut

Smartpreneur
KAI Services Perluas Bisnis, Dirikan Lokomart di Stasiun Pasar Senen Jakarta

KAI Services Perluas Bisnis, Dirikan Lokomart di Stasiun Pasar Senen Jakarta

Rilis
LPS Pertahankan Tingkat Bunga Penjaminan

LPS Pertahankan Tingkat Bunga Penjaminan

Whats New
Belum Lunas, Utang Lapindo ke Negara Mencapai Rp 2,23 Triliun

Belum Lunas, Utang Lapindo ke Negara Mencapai Rp 2,23 Triliun

Whats New
Nilai Ekspor Kopi Jawa Barat Baru 40 Juta Dollar AS, BI: Potensinya Bisa Lebih Besar

Nilai Ekspor Kopi Jawa Barat Baru 40 Juta Dollar AS, BI: Potensinya Bisa Lebih Besar

Whats New
Kembangkan Kerja Sama Sektor Energi, UGM Gandeng Subholding Gas Pertamina

Kembangkan Kerja Sama Sektor Energi, UGM Gandeng Subholding Gas Pertamina

Rilis
Pemerintah Terapkan DMO dan DPO Minyak Goreng, YLKI: Kenapa Tidak dari Kemarin-Kemarin?

Pemerintah Terapkan DMO dan DPO Minyak Goreng, YLKI: Kenapa Tidak dari Kemarin-Kemarin?

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.