Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Menhub: Perintah Presiden Sederhana, Tapi...

Kompas.com - 23/10/2019, 15:02 WIB
Akhdi Martin Pratama,
Erlangga Djumena

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengaku mendapat pesan khusus dari Presiden Joko Widodo saat dipilih lagi masuk dalam Kabinet Indonesia Maju.

Kepala negara, kata Budi, berpesan kepada dirinya untuk terus melanjutkan pembangunan infrastruktur di Indonesia guna meningkatkan konektivitas.

“Yang membedakan kalau selama ini katakan kita kurang fokus untuk membuat prioritas di mana saja yang dibangun, sekarang harus prioritas,” ujar Budi di kantornya, Jakarta, Rabu (23/4/2019).

Baca juga: Budi Karya Bertahan Jadi Menhub Lagi, Ini Rekam Jejaknya

Budi menambahkan, pembangunan infrastruktur di periode kedua ini akan difokuskan ke destinasi wisata Lima Bali Baru. Kelima wilayah itu, yakni Labuan Bajo, Danau Toba, Borobudur, Mandalika dan Manado.

“Pada dasarnya apa yang ingin disampaikan Pak Presiden sangat jelas dan bisa dikatakan sederhana, tetapi memang untuk mengerjakannya tidak sederhana,” kata mantan Direktur Utama PT Angkasa Pura II itu.

Mengenai sektor makro ekonomi, Budi diberi pesan untuk meningkatkan performa pelabuhan dan bandara yang ada di Indonesia. Hal tersebut dilakukan untuk mempermudah ekspor.

“Dalam hal makro isiu kental, yakni devisit neraca perdagangan. Apa yang dihubungan dengan apa yang kita bangun. Artinya Pelabuhan Tanjung Priok menghasilkan ekspor bertambah. Bandara Soetta dan Ngurah Rai penumpang bertambah, logistik bertambah,” ucap dia.

Baca juga: Dipanggil Jokowi, Budi Karya Bantah Ditawari Jadi Menteri Lagi

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Baca tentang
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Kemenhub Fasilitasi Pemulangan Jenazah ABK Indonesia yang Tenggelam di Perairan Jepang

Kemenhub Fasilitasi Pemulangan Jenazah ABK Indonesia yang Tenggelam di Perairan Jepang

Whats New
Apa Pengaruh Kebijakan The Fed terhadap Indonesia?

Apa Pengaruh Kebijakan The Fed terhadap Indonesia?

Whats New
Gandeng Telkom Indonesia, LKPP Resmi Rilis E-Katalog Versi 6

Gandeng Telkom Indonesia, LKPP Resmi Rilis E-Katalog Versi 6

Whats New
Ekonomi China Diprediksi Menguat pada Maret 2024, tetapi...

Ekonomi China Diprediksi Menguat pada Maret 2024, tetapi...

Whats New
Berbagi Saat Ramadhan, Mandiri Group Berikan Santunan untuk 57.000 Anak Yatim dan Duafa

Berbagi Saat Ramadhan, Mandiri Group Berikan Santunan untuk 57.000 Anak Yatim dan Duafa

Whats New
Tarif Promo LRT Jabodebek Diperpanjang Sampai Mei, DJKA Ungkap Alasannya

Tarif Promo LRT Jabodebek Diperpanjang Sampai Mei, DJKA Ungkap Alasannya

Whats New
Bisnis Pakaian Bekas Impor Marak Lagi, Mendag Zulhas Mau Selidiki

Bisnis Pakaian Bekas Impor Marak Lagi, Mendag Zulhas Mau Selidiki

Whats New
Cara Reaktivasi Penerima Bantuan Iuran BPJS Kesehatan

Cara Reaktivasi Penerima Bantuan Iuran BPJS Kesehatan

Work Smart
Kehabisan Tiket Kereta Api? Coba Fitur Ini

Kehabisan Tiket Kereta Api? Coba Fitur Ini

Whats New
Badan Bank Tanah Siapkan Lahan 1.873 Hektar untuk Reforma Agraria

Badan Bank Tanah Siapkan Lahan 1.873 Hektar untuk Reforma Agraria

Whats New
Dukung Pembangunan Nasional, Pelindo Terminal Petikemas Setor Rp 1,51 Triliun kepada Negara

Dukung Pembangunan Nasional, Pelindo Terminal Petikemas Setor Rp 1,51 Triliun kepada Negara

Whats New
Komersialisasi Gas di Indonesia Lebih Menantang Ketimbang Minyak, Ini Penjelasan SKK Migas

Komersialisasi Gas di Indonesia Lebih Menantang Ketimbang Minyak, Ini Penjelasan SKK Migas

Whats New
Mulai Mei 2024, Dana Perkebunan Sawit Rakyat Naik Jadi Rp 60 Juta Per Hektar

Mulai Mei 2024, Dana Perkebunan Sawit Rakyat Naik Jadi Rp 60 Juta Per Hektar

Whats New
KA Argo Bromo Anggrek Pakai Kereta Eksekutif New Generation per 29 Maret

KA Argo Bromo Anggrek Pakai Kereta Eksekutif New Generation per 29 Maret

Whats New
Mudik Lebaran 2024, Bocoran BPJT: Ada Diskon Tarif Tol Maksimal 20 Persen

Mudik Lebaran 2024, Bocoran BPJT: Ada Diskon Tarif Tol Maksimal 20 Persen

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com