Kompas.com - 24/10/2019, 07:25 WIB
Erick Thohir melambaikan tangannya saat berjalan memasuki Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (21/10/2019). ANTARA FOTO/WAHYU PUTRO AErick Thohir melambaikan tangannya saat berjalan memasuki Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (21/10/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Erick Thohir menilai posisi Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tak bisa diisi oleh orang-orang partai.

Menurut dia, posisi Menteri BUMN harus diisi oleh orang-orang berlatar belakang profesional di bidangnya.

“Seperti BUMN ini musti, mohon maaf, harus orang yang benar-benar dipercaya Presiden dan tidak punya background partai,” ujar Erick di Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu (23/10/2019) malam.

Kendati begitu, Erick mengaku tak mempermasalahkan jika ada politisi yang ingin berkecimpung di BUMN. Selagi hal tersebut memberikan dampak yang baik bagi kementerian tersebut.

“Selama misalnya dari partai ada keinginan buat bersinergi, selama memang baik its okay. Kalau ada figur-figur yang bagus. Tapi kebijakannya itu harus profesional,” kata Erick.

Baca juga : Erick Thohir Ingin BUMN Bisa Caplok Perusahaan Asing

Mantan Ketua INASGOC itu mengaku tak alergi dengan orang-orang partai. Selama orang-orang tersebut bisa menguntungkan kementerian yang dipimpinnya itu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Bukannya kita alergi, tapi selama itu win-win kan sama. Contohnya kalau kita berpartner dengan swasta atau asing, kalau kita rugi ngapaian partner. Musti win win. Sinergi BUMN satu dengan lainnya juga harus win win, enggak bisa BUMN yang satu ngalah demi yang lain,” ucap dia.

Sebelumya, Presiden Joko Widodo resmi menunjuk pendiri Mahaka Group Erick Thohir sebagai Menteri BUMN di Kabinet Indonesia Maju.

Hal ini dipastikan Presiden Joko Widodo mengumumkan jajaran Kabinet 2019-2024 di Istana Negara pada Rabu (23/11/2019).

"Membangun BUMN, ekspansi ke pasar global, itu ada di beliau," sebut Jokowi saat mengumumkan anggota kabinet.

Nama Erick Thohir sudah disebut-sebut sebagai calon Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang sebelumnya ditempati oleh Rini Soemarno.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.