Kompas.com - 24/10/2019, 13:20 WIB
Presiden RI, Joko Widodo dan Wakil Presiden RI, Maruf Amin berfoto bersama menteri-menteri Kabinet Indonesia Maju bersama pendamping di Istana Negara, Jakarta, Rabu (23/10/2019). Presiden RI Joko Widodo mengumumkan dan melantik Menteri-menteri Kabinet Indonesia Maju. KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMOPresiden RI, Joko Widodo dan Wakil Presiden RI, Maruf Amin berfoto bersama menteri-menteri Kabinet Indonesia Maju bersama pendamping di Istana Negara, Jakarta, Rabu (23/10/2019). Presiden RI Joko Widodo mengumumkan dan melantik Menteri-menteri Kabinet Indonesia Maju.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Para investor meminta tim ekonomi kabinet Pemerintahan Joko Widodo dan Ma'ruf Amin memprioritaskan dua hal. Adapun hal pertama adalah penyelesaian masalah pengangguran.

Permintaan itu terangkum dalam survei Katadata Investor Confidence Index (KICI) yang dilakukan terhadap 272 investor institusi.

Saat para responden diminta memilih isu prioritas yang harus diselesaikan tim ekonomi kabinet baru, sebanyak 83 persen investor menganggap pengangguran merupakan masalah yang sangat mendesak (prioritas).

Baca juga: Erick Thohir Ingin Posisi Wakil Menteri BUMN Diisi 3 Orang

Sementara itu 15 persen menjawab netral, sedangkan sisanya menganggap pengangguran tidak prioritas.

“Responden menilai masalah pengangguran merupakan hal yang paling perlu diprioritaskan untuk segera ditangani,” kata Panel Ahli Katadata Insight Center, Damhuri Nasution melalui keterangan pers, Kamis (24/10/2019).

Adapun dalam 4 tahun terakhir tingkat pengangguran memang telah menurun signifikan dari 6,18 persen per Agustus 2015 menjadi 5,26 persen per Agustus 2018.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kendati menurun, kata Damhuri, bila ditambahkan dengan persentase penduduk yang setengah menganggur, maka persentasinya akan cukup besar.

"Jumlah penduduk setengah menganggur sudah sebanyak 6,62 persen. Kalau digabungkan, maka persentasenya menjadi cukup besar, hampir 12 persen," ucapnya.

Baca juga: Banyak Menteri Bidang Ekonomi dari Parpol, Ini Tanggapan Sri Mulyani


Di samping itu, ada pula sebagian masyarakat yang terpaksa bekerja di sektor informal karena keterbatasan lapangan kerja di sektor formal.

“Itulah sebabnya banyak masyarakat merasa mencari pekerjaan masih sulit,” ujar Damhuri.

Masalah kedua yang perlu diprioritaskan selain pengangguran adalah masalah defisit transaksi berjalan di tengah pertumbuhan ekonomi yang relatif rendah.

Sebanyak 79 persen responden menilai defisit transaksi berjalan merupakan masalah prioritas bagi tim ekonomi.

Data BPS mencatat, neraca dagang RI pada bulan September telah mengalami defisit mencapai 160 juta dollar AS. Sementara itu, sepanjang tahun berjalan dari Januari-September 2019, defisit tercatat mencapai 1,95 miliar dollar AS.

“Defisit ini, tentu akan sangat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi,” tuturnya.

Baca juga: Cerita Jonan Ditanyai Istrinya Saat Harus Lepas Jabatan Menteri...

Di sisi lain, masalah undang- undang ketenagakerjaan justru dianggap prioritas paling rendah bagi para investor. Sebanyak 53 persen investor menganggap masalah ini prioritas, sedangkan 34 persen menjawab netral, sisanya menganggap tidak prioritas.

Sebagai informasi, pendapat investor mengenai isu prioritas tim ekonomi kabinet dijaring lewat survei Katadata Investor Confindence Index (KICI) yang dilakukan pada 12-26 September 2019.

Responden survei ini terdiri dari 272 investor institusi dari Manajemen Investasi, Dana Pensiun dan Asuransi. Total dana kelola responden survei ini mencapai lebih Rp 700 triliun. Survei ini dilakukan setiap tiga bulan sekali.

Baca juga: Ekonom: Menko Pilihan Jokowi Beri Harapan Perbaikan ke Pelaku Pasar

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.