Dirutnya Jadi Wakil Menteri BUMN, Bagaimana Nasib Bank Mandiri?

Kompas.com - 26/10/2019, 09:04 WIB
Wakil Menteri BUMN Kartika Wiryoatmojo saat diperkenalkan Presiden RI, Joko Widodo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (25/10/2019). Joko Widodo melantik 12 orang wakil menteri Kabinet Indonesia Maju. KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMOWakil Menteri BUMN Kartika Wiryoatmojo saat diperkenalkan Presiden RI, Joko Widodo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (25/10/2019). Joko Widodo melantik 12 orang wakil menteri Kabinet Indonesia Maju.
Penulis Yoga Sukmana
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Pasca penunjukan Direktur Utama Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo sebagai Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Bank Mandiri tetap melanjutkan transformasi untuk penguatan bisnis.

“Bank Mandiri sangat bangga atas kepercayaan yang diberikan kepada Direktur Utama kami untuk menjadi Wakil Menteri BUMN. Hal ini menjadi salah satu pendorong kami untuk terus memberikan yang terbaik bagi Bank Mandiri sebagai institusi keuangan milik negara dan untuk kemajuan ekonomi Indonesia,” ujar Corporate Secretary Bank Mandiri Rohan Hafas, dalam keterangan resmi seperti dikutip dari Kontan.co.id, Jakarta, Jumat (26/10/2019).

Operasional Bank Mandiri pasca penunjukan, lanjut Rohan, tetap berjalan normal karena organisasi Bank Mandiri telah terbangun dengan baik sehingga mampu menyesuaikan setiap kondisi, perubahan maupun perkembangan yang terjadi.

Baca juga: Kartika Wirjoatmodjo Jadi Wakil Menteri, Siapa yang Akan Isi Kursi Dirut Mandiri?

“Bermodalkan budaya kerja, infrastruktur IT serta organ pendukung lainnya, Bank Mandiri tetap dapat fokus dalam mengimplementasikan berbagai rencana bisnis sekaligus menjaga peran sebagai agen perubahan dengan baik,” kata Rohan Hafas.

Pada triwulan II 2019, Bank Mandiri mencatatkan pertumbuhan laba konsolidasi mencapai 11,1 persen menjadi Rp 13,5 triliun. Pencapaian tersebut didorong oleh kenaikan pendapatan bunga sebesar 14,85 persen secara tahunan (yoy) menjadi Rp 44,5 triliun serta penurunan biaya CKPN sebesar 21,28 persen.

Pertumbuhan laba juga diiringi dengan perbaikan kualitas kredit dan pengendalian biaya operasional yang berhasil ditekan hingga tumbuh terkendali di single digit. Strategi pertumbuhan Bank Mandiri, saat ini lebih mengutamakan sustainabilitas jangka panjang, di mana pengukuran kinerja tidak semata-mata diukur dari angka akhir periode (ending balance), melainkan menggunakan saldo rata-rata (average balance).

Di tengah kondisi ketatnya likuiditas akibat persaingan suku bunga perbankan, pada triwulan II 2019, total Dana Pihak Ketiga (bank only) secara rata-rata tumbuh 6,8 persen (yoy), atau secara konsolidasi mencapai ending balance Rp 843,2 triliun. (Laurensius Marshall Sautlan Sitanggang)

Baca juga: Jadi Wamen BUMN, Ini Profil Kartika Wirjoatmodjo

 

Artikel ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul: Dirutnya jadi Wakil Menteri BUMN, bagaimana nasib Bank Mandiri?

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X